Perang harga di industri kecerdasan buatan atau AI kembali memanas setelah OpenAI mengumumkan pemangkasan tarif layanan secara signifikan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons perusahaan terhadap tuntutan efisiensi dari para pelaku bisnis yang mulai membatasi pengeluaran membengkak untuk penggunaan token.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa langkah strategis ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan optimal antara harga dan tingkat kecerdasan di berbagai lini layanan. "Kami ingin menawarkan keseimbangan harga dan kecerdasan terbaik di setiap level," tulis Altman melalui akun media sosial X.
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, biaya penggunaan model GPT-5.6 Luna dipangkas hingga 80 persen, sementara model GPT-5.6 Terra turun sebesar 20 persen. Penyesuaian tarif murah ini juga otomatis berdampak pada perhitungan penggunaan langganan berbayar melalui layanan Codex dan ChatGPT Work.
Analis senior dari EMARKETER Jacob Bourne menilai langkah tersebut mengindikasikan bahwa era penggunaan token secara berlebihan atau tokenmaxxing telah berakhir. Perusahaan-perusahaan kini mulai selektif meninjau kembali nilai balik investasi AI mereka agar tidak merugi.
Di sisi lain, analis terkemuka Gartner Arun Chandrasekaran menyebutkan bahwa kebijakan fleksibel ini membuka peluang negosiasi yang lebih ramah bagi korporasi. Kompetisi harga ini juga menjadi ujian penting bagi model bisnis para penyedia teknologi AI menjelang rencana penawaran umum perdana atau IPO.
Tekanan kompetitif di pasar semakin meningkat menyusul kehadiran berbagai model alternatif seperti Kimi K3 dari Moonshot AI serta langkah efisiensi yang gencar dilakukan oleh raksasa teknologi lain seperti Google dan Microsoft.