Ketidakpastian ekonomi global serta tensi risiko geopolitik yang kian meningkat membuat bank sentral di berbagai negara mengambil langkah pengamanan ekstra. Otoritas moneter global terpantau kembali mempercepat aksi borong emas guna memperkuat struktur cadangan devisa mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan Gold Demand Trends edisi kuartal II-2026 yang dirilis oleh World Gold Council atau WGC, bank sentral bersama lembaga resmi lainnya tercatat memborong sebanyak 289 ton emas sepanjang periode tersebut.
Angka pembelian masif ini menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Secara tahunan, volume pembelian tersebut melesat hingga 62% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lonjakan ini sekaligus menandai kembalinya bank sentral sebagai motor penggerak utama dalam mendongkrak permintaan emas global. Tren positif tersebut terjadi setelah aktivitas pembelian sempat mengalami perlambatan pada kuartal pertama.
Kendati mencatatkan kenaikan fantastis, WGC tidak merinci secara spesifik bank sentral mana saja yang melakukan aksi borong demi mendiversifikasi aset cadangan devisa mereka.
Di sisi lain, pola akumulasi pembelian yang dilakukan bank sentral saat ini cenderung lebih moderat dan bertahap jika dibandingkan gelombang pembelian masif pada rentang 2022 hingga 2025.
Sebagai catatan, dalam beberapa tahun terakhir bank sentral memegang rekor sebagai pembeli bersih emas terbesar di pasar internasional dengan volume melampaui 1.000 ton per tahun selama tiga tahun berturut-turut.