PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) baru saja merilis laporan keuangan untuk periode semester I 2026. Di tengah pertumbuhan bisnis yang dicatatkan perseroan, perolehan laba bersih justru mengalami koreksi yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data keuangan terbaru, laba bersih CDIA tercatat sebesar US17,29jutaatausetaradenganRp309,40miliar.Angkainimengalamipenurunanhingga74,567,84 juta.
Kendati laba bersihnya merosot tajam, perseroan sebenarnya masih mampu mencatatkan pertumbuhan dari sisi topline. CDIA membukukan pendapatan sebesar US82,15jutaatausekitarRp1,47triliun,yangmenunjukkanadanyakenaikan22,866,87 juta.
Peningkatan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh kinerja positif dari lini bisnis logistik yang melesat hingga 80,2% menjadi US27juta.Lonjakaninididorongolehlangkahekspansiyangmasifpadasektorlogistikmaritimdandarat,sementarasegmenenergijugaturuttumbuh551,8 juta.
Namun, laju pertumbuhan pendapatan ini tidak sejalan dengan efisiensi di sisi pengeluaran. Beban pokok pendapatan tercatat naik menjadi US62,51juta,diikutilonjakanbebanumumdanadministrasimenjadiUS11,84 juta, serta kenaikan beban keuangan yang membengkak hingga US22,59juta.
DarisisiposisineracaperusahaanhinggaakhirJuni2026,totalasetCDIAterpantaumeningkatmenjadiUS1,93 miliar dari posisi akhir tahun 2025 sebesar US1,74miliar.Disisilain,totalliabilitasnaikmenjadiUS826,28 juta dan total ekuitas terkoreksi tipis menjadi US1,11miliardenganposisikassertasetarakasberadadilevelUS420,33 juta.