Meta AI merupakan salah satu divisi riset paling penting di bawah naungan Meta Platforms, perusahaan induk yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook. Divisi ini berfokus secara khusus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan serta augmented reality yang kini semakin mendominasi lanskap digital global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perjalanan panjang divisi ini bermula pada tahun 2013 ketika didirikan dengan nama Facebook Artificial Intelligence Research atau FAIR. Seiring berjalannya waktu, fasilitas riset mereka telah tersebar di berbagai kota besar dunia seperti Menlo Park, London, New York City, Paris, Seattle, Pittsburgh, Tel Aviv, hingga Montreal.
Pada masa awal pendiriannya, arah riset dan pengembangan dipimpin oleh Yann LeCun hingga tahun 2018 sebelum akhirnya tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Jérôme Pesenti. Di bawah kepemimpinan para ahli tersebut, divisi ini aktif melahirkan berbagai inovasi penting termasuk kerangka kerja machine learning open-source PyTorch pada tahun 2017.
Transformasi besar terjadi pada tahun 2021 ketika Facebook berganti nama menjadi Meta Platforms Inc, yang juga mengubah nama FAIR secara resmi menjadi Meta AI. Perubahan identitas ini menandai era baru integrasi kecerdasan buatan ke dalam berbagai produk jejaring sosial utama mereka.
Selain berfokus pada riset mendalam, Meta AI juga mengembangkan asisten virtual berbentuk chatbot yang kini terintegrasi langsung ke dalam berbagai produk Meta. Asisten cerdas ini bahkan sudah disematkan pada perangkat pintar seperti kacamata Ray-Ban Meta serta headset virtual reality Quest.
Dalam ranah pengembangan model bahasa besar atau Large Language Model, Meta AI sukses merilis rangkaian model Llama yang terus diperbarui hingga peluncuran versi terbarunya. Kehadiran berbagai inovasi ini membuktikan komitmen perusahaan dalam memimpin persaingan teknologi kecerdasan buatan di kancah global.