Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Restoran Fazoli Tutup 50 Gerai Dalam...
EKONOMI

Restoran Fazoli Tutup 50 Gerai Dalam 9 Bulan dan Keluar Alabama

By Dewi Lestari 2 min read 18 Agustus 2026
Fazoli tutup 50 gerai di Amerika Serikat setelah induk perusahaan bangkrut

Fazoli tutup 50 gerai di Amerika Serikat setelah induk perusahaan bangkrut

Restoran cepat saji spesialis hidangan Italia Fazoli's resmi menutup 50 gerai di berbagai wilayah Amerika Serikat dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir. Berdasarkan data direktori perusahaan per 17 Agustus 2026, jumlah gerai tersisa sebanyak 142 unit dari total 192 lokasi yang tercatat pada November 2025.

Induk perusahaan Fazoli's yaitu FAT Brands Inc yang berbasis di California sebelumnya telah mengajukan permohonan kebangkrutan Chapter 11 di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas pada Januari 2026. Penutupan puluhan gerai tersebut dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi di tengah beban utang perusahaan yang mencapai USD 1,5 miliar.

Dampak penutupan ini sangat terasa di sejumlah negara bagian seperti Indiana yang kehilangan 11 gerai serta penutupan total yang membuat merek tersebut keluar sepenuhnya dari pasar Alabama. Selain itu, pasar di Michigan dan Nebraska turut mengalami pengurangan jumlah lokasi secara signifikan akibat penurunan performa bisnis.

Meskipun makanan Italia tetap menjadi salah satu kuliner favorit di dunia dengan estimasi 44.848 restoran dan pendapatan tahunan mencapai USD 112,5 miliar di AS, tekanan biaya operasional yang tinggi menjadi tantangan berat. Faktor kenaikan upah tenaga kerja serta lonjakan harga bahan baku seperti gandum dan keju turut memperberat kondisi keuangan pengelola.

Tantangan Industri Restoran Italia dan Kepemilikan Baru

Industri restoran Italia secara keseluruhan menghadapi tekanan berat akibat pergeseran preferensi konsumen yang mulai beralih ke berbagai pilihan kuliner global lainnya. Berdasarkan laporan IBIS World Juli 2026, tingkat profitabilitas sektor ini tergerus oleh volatilitas harga bahan baku utama yang sangat bergantung pada impor dan pasokan domestik.

Selain tekanan pasokan, lebih dari 90 persen operator restoran di AS melaporkan bahwa biaya tenaga kerja, asuransi, energi, dan bahan makanan merupakan tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis kuliner saat ini. Bahkan, sebanyak 42 persen operator restoran mengonfirmasi bahwa bisnis mereka tidak mencetak keuntungan sepanjang tahun 2025.

Di tengah krisis kebangkrutan tersebut, sebagian pemegang obligasi sebelumnya mendirikan entitas bernama FBG Bid Co yang resmi mengambil alih sejumlah merek di bawah naungan FAT Brands melalui kesepakatan kredit senilai USD 595 juta pada Juni 2026. Transaksi pembelian ini mencakup 13 merek restoran di lebih dari 1.700 lokasi di seluruh dunia termasuk Fazoli's.

Manajemen baru diharapkan mampu memulihkan stabilitas keuangan dan memperkuat struktur modal perusahaan agar merek-merek populer seperti Fazoli's dapat tetap bertahan di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif.

Topics
fazoli's fat brands restoran italia kebangkrutan kuliner as bisnis restoran ekonomi amerika serikat
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.