Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average bergerak tipis di dekat rekor tertinggi pada perdagangan awal pekan, Senin, 10 Agustus 2026, seiring sikap hati-hati investor dalam merespons kenaikan harga minyak dunia serta antisipasi data inflasi Amerika Serikat.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pembukaan pasar saham Wall Street menunjukkan pergerakan yang cenderung konsolidatif setelah mengalami reli kuat pada pekan sebelumnya. Indeks Dow Jones tercatat naik 35,7 poin atau 0,07 persen ke level 54.072,66, sementara S&P 500 terkoreksi tipis 0,08 persen ke posisi 7.751,74.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSentimen positif jangka panjang datang dari langkah JPMorgan yang menaikkan target akhir tahun 2026 untuk indeks S&P 500 dari 7.800 menjadi 8.000. Penguatan proyeksi tersebut didorong oleh kinerja laba perusahaan yang solid serta keyakinan terhadap pertumbuhan pendapatan dari belanja kecerdasan buatan.
Di sisi lain, pergerakan pasar turut dibayangi oleh kenaikan harga minyak mentah Brent yang melampaui 84 dolar Amerika Serikat per barel akibat kekhawatiran geopolitik di sekitar Selat Hormuz. Kondisi ini memberikan tekanan bagi saham sektor perjalanan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun naik sekitar 3 basis poin ke level 4,671 persen.
Pelaku pasar kini mengarahkan fokus pada rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat periode Juli yang dijadwalkan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Laporan tersebut diprediksi menjadi penentu arah pergerakan lanjutan bagi bursa saham Wall Street dalam mempertahankan tren penguatannya.