Perusahaan utilitas Thames Water memicu gelombang kemarahan publik setelah menggelontorkan bonus satu juta poundsterling kepada chief financial officer di tengah perjuangan mereka menyelamatkan masa depan finansial. Berdasarkan laporan Bdaily, pembayaran kontroversial tersebut dilakukan di tengah beban utang perusahaan yang menumpuk hingga melampaui angka 20 miliar poundsterling.
Berdasarkan surat penjelasan kepada Environmental, Food and Rural Affairs Committee, pembayaran kepada Steve Buck bersumber dari fasilitas pinjaman darurat kreditor. Ketua Thames Water Sir Adrian Montague menyatakan bahwa insentif tersebut merupakan komitmen saat penunjukan tahun lalu meskipun sempat ditunda akibat protes keras masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan terkait, perusahaan air tersebut juga menyetujui penyelesaian individu terkait pembayaran retensi untuk belasan petinggi lainnya meskipun menuai kecaman luas. Kebijakan ini dinilai mencederai aturan larangan bonus terkait kinerja bagi perusahaan utilitas yang gagal memenuhi ekspektasi pelanggan dan lingkungan.
Kelompok pemerhati lingkungan River Action mengecam keras kebijakan tersebut sebagai langkah tidak terpuji yang mengabaikan kepentingan publik. Desakan agar pemerintah segera mengambil alih perusahaan melalui administrasi khusus terus menguat seiring keresahan 16 juta pelanggan rumah tangga.