Peraih Nobel Perdamaian 2025 Maria Corina Machado mencatatkan sejarah membanggakan setelah diganjar penghargaan internasional bergengsi tersebut di Oslo, Norwegia. Komite Nobel Norwegia memuji tokoh oposisi Venezuela ini sebagai salah satu contoh keberanian sipil paling luar biasa di kawasan Amerika Latin.
Berdasarkan laporan dari berbagai sumber media internasional, Machado terpaksa bersembunyi di dalam negeri akibat ancaman rezim Nicolás Maduro sebelum akhirnya menjalani operasi evakuasi rahasia menggunakan kapal nelayan. Perjalanan pelarian tersebut melibatkan berbagai rintangan ekstrem termasuk badai laut tinggi demi mencapai Curaçao dan terbang menuju Eropa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan dari tim redaksi, putrinya yakni Ana Corina Sosa Machado terpaksa mewakili sang ibu untuk menerima penghargaan tersebut di Oslo karena kendala keamanan perjalanan yang sempat membuat posisinya tidak diketahui. Sejumlah kepala negara Amerika Latin turut hadir dalam acara bersejarah itu untuk memberikan dukungan moral.
Setelah serangkaian gejolak politik, Machado akhirnya mendedikasikan medali Nobel miliknya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bentuk rasa terima kasih atas komitmen kebebasan bagi rakyat Venezuela. Meskipun demikian, Komite Nobel menegaskan bahwa gelar resmi pemenang tidak dapat dialihkan atau dicabut.
Menanggapi dinamika politik tersebut, pengamat media menilai bahwa kisah perjuangan Machado mencerminkan babak baru perlawanan warga sipil terhadap otoritarianisme. Aksi berani ini sekaligus membuka mata dunia terhadap krisis kemanusiaan yang sedang melanda negara kaya minyak tersebut.