Kesenjangan proteksi keuangan kini menghantui benua biru seiring gelombang panas ekstrem dan kebakaran hutan yang melanda berbagai wilayah Eropa secara masif.
Menurut laporan industri asuransi global, peningkatan biaya pemulihan bencana alam jauh melampaui cakupan polis perlindungan yang dimiliki oleh masyarakat maupun korporasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKebakaran besar melahap ratusan ribu hektar lahan di Prancis dan Spanyol sejak bulan Juli lalu, sementara Yunani harus berjuang menghadapi amukan api yang diperparah angin kencang berkecepatan 100 kilometer per jam.
Situasi semakin memburuk akibat gelombang panas beruntun yang memicu status darurat, peringatan ancaman jiwa, serta kekeringan panjang dengan suhu melampaui 104 derajat Fahrenheit.
Eksekutif senior Zurich Insurance Group Mario Greco menyatakan semua risiko cuaca pada dasarnya dapat diasuransikan, namun biaya penanganannya melonjak drastis setiap tahun.
"Kami memiliki banyak pengalaman dari Amerika Serikat dan Australia bahwa kebakaran hutan dapat dicegah serta dimitigasi, tetapi hal tersebut memerlukan intervensi sistemik," ujar Greco dalam wawancara dengan CNBC.
Berdasarkan analisis awak media, penundaan mitigasi risiko oleh pemerintah lokal memperparah kerentanan aset ekonomi terhadap ancaman bencana iklim yang kian nyata.
Laporan Allianz Commercial mencatat perusahaan asuransi telah membayarkan klaim kerugian sebesar 56,3 miliar dolar AS untuk kasus kebakaran hutan sepanjang dekade 2010-an, melonjak enam kali lipat dibandingkan dekade sebelumnya.