Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Biodata Domenico Losurdo Sejarawan...
INTERNASIONAL

Biodata Domenico Losurdo Sejarawan dan Filosof Marxis Italia

By Redaksi Kabayan News 3 min read 20 Agustus 2026
Domenico Losurdo, sejarawan dan filosof Marxis terkemuka asal Italia yang dikenal melalui karya pemikiran kritisnya

Domenico Losurdo, sejarawan dan filosof Marxis terkemuka asal Italia yang dikenal melalui karya pemikiran kritisnya

Domenico Losurdo lahir pada 14 November 1941 di Sannicandro di Bari, Italia, dan wafat pada 28 Juni 2018 di usia 76 tahun. Ia dikenal luas sebagai seorang sejarawan, esais, filosof Marxis, serta politisi komunis yang memiliki pengaruh besar di tingkat internasional. Sepanjang hidupnya, ia mendedikasikan diri untuk mendalami sejarah pemikiran filosofis serta kritik terhadap struktur kekuasaan global.

Perjalanan intelektual Losurdo berakar dari keterlibatannya dalam militansi komunis serta studi mendalam mengenai sejarah filsafat modern. Ia meraih gelar doktornya pada tahun 1963 dari Universitas Urbino di bawah bimbingan Pasquale Salvucci dengan tesis mengenai Johann Karl Rodbertus. Pengalaman akademiknya membentuk pandangan politik dan filosofis yang konsisten sepanjang kariernya.

Sebagai seorang akademisi, Losurdo pernah menjabat sebagai direktur Institut Ilmu Filsafat dan Pedagogi serta dekan di Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Urbino. Ia juga memegang berbagai posisi penting, termasuk presiden Asosiasi Internasional Hegel-Marx untuk Pemikiran Dialektika. Kontribusinya dalam studi tentang Hegel dan modernitas dianggap sebagai salah satu yang paling penting dalam tradisi Marxis kontemporer.

Hingga akhir hayatnya, Losurdo tetap aktif menulis dan memberikan kritik tajam terhadap imperialisme, revisionisme sejarah, serta arus utama liberalisme modern. Warisan pemikirannya terus dipelajari oleh generasi baru sejarawan dan filosof yang ingin memahami dinamika pertarungan kelas serta sejarah sosial masyarakat dunia.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Domenico Losurdo lahir dan dibesarkan di Sannicandro di Bari, Italia, sebuah lingkungan yang kemudian memengaruhinya dalam memahami dinamika sosial politik masyarakat Eropa. Sejak masa mudanya, ia menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap dunia intelektual, khususnya bidang sejarah filsafat dan pemikiran politik. Minat ini membawanya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Urbino yang menjadi basis awal perkembangan akademiknya.

Di bawah bimbingan pembimbing akademiknya, Pasquale Salvucci, Losurdo menyelesaikan studi doktornya pada tahun 1963 dengan menulis tesis tentang pemikir ekonomi politik Johann Karl Rodbertus. Pendidikan formal ini memperkuat landasan teoretisnya dalam memahami tradisi pemikiran ekonomi dan politik klasik. Ia kemudian memilih jalur akademis untuk menyebarkan gagasan-gagasan kritisnya kepada para mahasiswa.

Pada dekade 1960-an, Losurdo bergabung dengan kelompok kecil komunis Italia yang mengambil sikap tersendiri dalam perpecahan Sino-Soviet dengan memihak kepada Republik Rakyat Tiongkok. Keterlibatan politik praktis ini memperkaya perspektifnya mengenai gerakan komunis internasional dan teori-teori revolusioner. Pengalaman militansi ini terus melekat dalam setiap karya tulis dan penelitian akademis yang ia lakukan.

Fondasi nilai yang dipegang oleh Losurdo didasarkan pada pembacaan ulang yang cermat terhadap tradisi filsafat Jerman, terutama karya-karya Immanuel Kant, G.W.F. Hegel, dan Karl Marx. Ia memandang bahwa pemikiran filosofis tidak boleh dipisahkan dari konteks sejarah dan perjuangan politik zamannya. Prinsip inilah yang menuntun seluruh karya risetnya hingga ia menjadi salah satu tokoh Marxis terkemuka.

Pemikiran Filosofis dan Pengaruh

Kontribusi utama Losurdo dalam bidang filsafat terletak pada pembelaannya terhadap dialektika Marxis serta kritik radikalnya terhadap liberalisme dan kolonialisme. Melalui karyanya seperti Liberalism: A Counter-History, ia mengupas bagaimana sejarah liberalisme kerap kali diiringi oleh praktik pengecualian hak, rasisme, serta perbudakan. Ia berargumen bahwa akar dari totalitarianisme abad ke-20 dapat ditelusuri kembali ke kebijakan imperialis dunia Barat.

Pengaruh Losurdo sangat terasa dalam studi mengenai Hegel dan tradisi idealisme Jerman, di mana ia mencoba merevitalisasi warisan pemikiran tersebut dari sudut pandang materialisme historis. Ia menolak kecenderungan revisionisme sejarah yang menyamakan komunisme dengan fasisme, serta aktif mengkritik narasi-narasi sejarah yang dianggapnya mengabaikan kejahatan kolonialisme. Pendekatan ini menjadikannya figur yang disegani sekaligus kontroversial dalam diskursus akademik internasional.

Sepanjang kariernya, Losurdo menerima berbagai pengakuan atas kedalaman analisis dan produktivitas ilmiahnya dalam bidang sejarah gagasan. Ia memimpin berbagai asosiasi filosofis penting dan menerbitkan banyak buku yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Karyanya mengenai figur-figur seperti Friedrich Nietzsche, Martin Heidegger, dan Joseph Stalin terus memicu perdebatan akademis yang mendalam di kalangan para sarjana.

Pengaruh pemikiran Domenico Losurdo terhadap generasi mendatang terlihat dari bagaimana para peneliti modern menggunakan kerangka konseptualnya untuk menganalisis imperialisme global dan kapitalisme kontemporer. Warisan intelektualnya tetap menjadi rujukan penting bagi kaum kiri, sejarawan, dan filosof yang ingin menelaah kembali sejarah sosial masyarakat manusia secara kritis dan mandiri.

__QUOTE__ "Para filosof hanya menafsirkan dunia dengan berbagai cara; yang terpenting adalah mengubahnya."

Topics
biodata filosof sejarawan marxisme italia komunis
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.