Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Board of Peace Bentukan Donald...
INTERNASIONAL

Board of Peace Bentukan Donald Trump, Menuai Kontroversi dan Sorotan Global

By Dewi Lestari • 2 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi pertemuan internasional membahas Board of Peace bentukan Donald Trump

Ilustrasi pertemuan internasional membahas Board of Peace bentukan Donald Trump

Board of Peace atau Dewan Perdamaian merupakan organisasi internasional bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tujuan mempromosikan perdamaian global serta mengawasi proses rencana perdamaian di Gaza. Berdasarkan analisis tim redaksi, organisasi tersebut resmi berdiri di sela-sela World Economic Forum ke-56 setelah diusulkan pada akhir tahun lalu.

Sebagaimana dilaporkan dari berbagai sumber, Resolusi Dewan Keamanan PBB menyambut baik kehadiran dewan ini guna membantu upaya rekonstruksi Jalur Gaza melalui National Committee for the Administration of Gaza. Kendati demikian, sejumlah pengamat kebijakan dan pejabat internasional mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai model tata kelola organisasi yang memusatkan otoritas pengambilan keputusan penuh pada Donald Trump.

Mengutip laporan investigasi media, dewan tersebut sempat menghadapi masalah pelik terkait pengelolaan dana sumbangan negara anggota. Dana miliaran dolar dilaporkan masuk ke rekening privat alih-alih rekening resmi World Bank, sehingga memicu pertanyaan besar dari para kontributor mengenai akuntabilitas keuangan lembaga.

Selain persoalan finansial, ketegangan geopolitik turut memengaruhi keikutsertaan negara anggota termasuk Indonesia yang sempat menunda keterlibatan akibat dinamika hubungan internasional. Di sisi lain, dewan terus melanjutkan agenda pengamanan wilayah kemanusiaan di Gaza meskipun menuai perdebatan sengit dari berbagai lembaga hak asasi manusia.

Topics
board of peace donald trump gaza pbb internasional geopolitik
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.