Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Gregory Bovino, Komandan...
INTERNASIONAL

Profil Gregory Bovino, Komandan Kontroversial Donald Trump

By Dewi Lestari • 2 min read • 9 Agustus 2026
Profil Gregory Bovino komandan United States Border Patrol

Profil Gregory Bovino komandan United States Border Patrol

Gregory Kent Bovino lahir di San Bernardino County, California, pada 27 Maret 1970. Perwira United States Border Patrol ini mencuri perhatian publik ketika ia ditunjuk sebagai commander-at-large dari Border Patrol dari Oktober 2025 hingga Januari 2026.

Bovino menyelesaikan pendidikannya di Western Carolina University pada tahun 1993 sebelum melanjutkan studi pascasarjana di Appalachian State University. Perjalanan kariernya di bidang penegakan hukum dimulai pada tahun 1996 ketika ia bergabung dengan United States Border Patrol dan ditempatkan di El Paso, Texas.

Selama masa kepresidenan kedua Donald Trump, nama Bovino semakin melambung seiring keterlibatannya dalam implementasi kebijakan imigrasi yang agresif. Ia memimpin operasi razia besar-besaran di Los Angeles pada Juni 2025 sebelum dipindahkan ke Chicago untuk memimpin Operation Midway Blitz.

Kepemimpinan Bovino kerap diwarnai kontroversi dan bentrokan hukum dengan para pengunjuk rasa serta pejabat lokal. Puncaknya terjadi menyusul insiden penembakan fatal di Minneapolis yang memicu kritik luas dari dalam pemerintahan sendiri, hingga berujung pada pencopotannya dari posisi komandan khusus tersebut.

Tim redaksi mengamati bahwa perjalanan karier Bovino mencerminkan dinamika politik imigrasi Amerika Serikat yang sangat terpolarisasi. Gaya kepemimpinannya yang konfrontatif dan tingginya eksposur publik menjadikan sosoknya salah satu figur paling diperbincangkan dalam tubuh lembaga perbatasan.

Topics
gregory bovino border patrol donald trump imigrasi amerika serikat profil tokoh
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.