Sebagian besar bursa saham Teluk mencatatkan penguatan pada perdagangan Minggu meskipun konflik dengan Iran belum mereda dan gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz terus berlanjut. Berdasarkan laporan pasar regional, Indeks Tadawul All Share Saudi Arabia naik 0,9 persen ke level 10.920.
Kenaikan bursa Saudi Arabia ditopang oleh performa positif sejumlah emiten besar termasuk Al Rajhi Bank dan Saudi Aramco. Tercatat Al Rajhi Bank mengalami lonjakan 1,5 persen sedangkan Saudi Aramco menguat 1 persen.
Dari analisis Kabayan News, penguatan pasar saham regional didorong oleh harga minyak mentah yang bertahan di level tinggi sehingga memberikan sokongan bagi ekonomi negara pengekspor energi. Kontrak berjangka minyak Brent ditutup pada level 88,52 dolar Amerika Serikat per barel setelah mencatatkan kenaikan sebesar 1,67 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mengalami penurunan drastis menyusul serangan dan ketegangan antara Washington dan Teheran. Penurunan ini memicu kekhawatiran global karena jalur tersebut merupakan rute krusial untuk ekspor minyak dan gas alam cair dari produsen Teluk.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras terhadap Teheran dan memperingatkan warganya mengenai potensi harga bahan bakar tetap tinggi akibat perang. Sementara itu, upaya diplomasi menghadapi jalan buntu setelah Iran mendesak Amerika Serikat mengakui kekalahan.
Di pasar regional lain, indeks EGX30 Mesir turut mendaki 1,1 persen ke level 55.855 berkat lonjakan laba kuartalan Telecom Egypt sebesar 3,6 persen. Sementara itu, indeks acuan Qatar menguat 0,2 persen dan Oman bertambah 0,3 persen di tengah ketidakpastian geopolitik global.