Keputusan pabrikan mobil listrik Polestar untuk menarik diri dari pasar Amerika Serikat memicu gelombang protes keras berujung meja hijau. Prestige Imports, selaku jaringan dealer di New Jersey, melayangkan gugatan resmi karena menilai pihak produsen sengaja menggunakan aturan kendaraan terhubung dari pemerintah sebagai alasan penutupan operasi.
Berdasarkan dokumen gugatan yang dilaporkan Automotive News, Polestar dituding telah merencanakan hengkang dari AS selama dua tahun terakhir akibat kerugian finansial yang dialami. Perusahaan disebut menghindari kewajiban memberikan pemberitahuan 60 hari kepada para dealer dan tidak menunjukkan iktikad baik sesuai aturan waralaba lokal.
Kecurigaan tersebut semakin kuat karena perusahaan induk Polestar, yaitu Volvo, berhasil mendapatkan izin khusus dari Departemen Perdagangan AS untuk tetap berjualan setelah memenuhi persyaratan ketat. Sementara itu, Polestar justru memilih mangkir dan sama sekali tidak mengajukan banding ataupun meminta bantuan pemerintah Swedia seperti yang dilakukan saudaranya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSenator Amerika Serikat Bernie Moreno mengungkapkan bahwa kerugian operasional Polestar mencapai puluhan ribu dolar per unit kendaraan sebelum akhirnya memutuskan cabut. Kondisi tersebut membuat para dealer merasa dirugikan secara sepihak setelah diminta melakukan investasi besar-besaran untuk ekspansi bisnis menjelang kepergian pabrikan.
Pemerintah Swedia Sebut Polestar Tak Pernah Minta Tolong
Dugaan persekongkolan internal perusahaan kian menguat setelah Menteri Perdagangan Luar Negeri Swedia Benjamin Dousa memberikan kesaksian serupa. Dousa menyatakan bahwa dirinya terlibat aktif mendampingi petinggi Volvo terbang ke Washington demi mengamankan izin edar di pasar Amerika Serikat.
"Saya secara pribadi sangat terlibat dalam masalah Volvo Cars dan bepergian bersama CEO ke Washington untuk memastikan perusahaan menerima lisensinya," ucap Dousa memberikan keterangan.
Namun, di sisi lain, pemerintah Swedia tidak pernah menerima permohonan atau permintaan bantuan serupa dari pihak manajemen eksekutif Polestar. Sikap pasif tersebut mengindikasikan bahwa manajemen memang berniat menutup operasional secara cepat tanpa harus memikirkan nasib para mitra bisnis di tingkat lokal.
Hingga kini, para dealer di Amerika Serikat harus menanggung beban kerugian besar akibat keputusan sepihak tersebut tanpa adanya kompensasi atau jalan keluar yang jelas dari pihak prinsipal.