Komitmen pengawasan aborsi ditegaskan oleh Direktur baru Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Erica Schwartz dalam sidang konfirmasi di Senat Amerika Serikat.
Berdasarkan pengamatan redaksi, pernyataan tersebut disampaikan Schwartz menanggapi pertanyaan mendesak dari Senator anti-aborsi asal Missouri, Josh Hawley, mengenai pentingnya pengumpulan data prosedur aborsi secara nasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam sesi tanya jawab itu, Hawley menyoroti beberapa negara bagian yang tidak menyerahkan data lengkap dan mendesak otoritas kesehatan memperketat pencatatan.
"Aborsi surveillance adalah komponen kritis dari apa yang sedang dilakukan CDC saat ini," jawab Schwartz di hadapan para senator.
Sikap tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk kelompok pembela hak reproduksi perempuan seperti Reproductive Freedom for All.
Dari analisis awak media, langkah ini memperkuat indikasi pemerintahan Donald Trump memanfaatkan lembaga kesehatan untuk memuluskan agenda pembatasan akses reproduksi dan meningkatkan kriminalisasi pasien maupun tenaga medis.