Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak keras tuntutan ganti rugi perang diajukan oleh Iran di tengah proses negosiasi meredakan konflik yang mengancam stabilitas global. Sikap keras tersebut menurunkan harapan tercapainya kesepakatan cepat untuk membuka kembali jalur vital Selat Hormuz dan langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Berdasarkan analisis Kabayan News, penolakan tegas itu disampaikan Donald Trump melalui media sosial sebagai respons atas desakan Teheran terkait reparasi perang. "Saya justru menuntut kompensasi dari Iran atas seluruh korban tewas dan luka parah akibat bom pinggir jalan serta berbagai konflik," tulis Trump dalam pernyataannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan oleh media setempat, tuntutan baru tersebut dipastikan bakal dimasukkan ke dalam setiap perundingan masa depan antara Washington dan Teheran. Langkah itu membuat negosiasi damai semakin rumit setelah sebelumnya pasar sempat optimis menyusul komunikasi tidak langsung melalui Oman.
Akibat ketegangan geopolitik yang kembali memanas, harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 4 persen melampaui USD 87 per barel dalam perdagangan Senin. Sementara itu, kontrak berjangka solar Eropa turut meroket tajam seiring kekhawatiran pasokan energi global menyusul insiden penyerangan kilang minyak di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz tetap bergantung pada penghentian tindakan permusuhan oleh Amerika Serikat. Pemerintah Iran juga menunjuk tokoh garis keras Mohsen Rezaee untuk menduduki posisi keamanan tertinggi guna memperkuat kendali strategis atas jalur pelayaran minyak tersebut.