Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Fenomena Aurora Borealis Kembali...
INTERNASIONAL

Fenomena Aurora Borealis Kembali Terlihat Ketiga Kalinya Pekan Ini

By Dewi Lestari 2 min read 20 Agustus 2026
Fenomena aurora borealis kembali terlihat di langit utara Amerika Serikat

Fenomena aurora borealis kembali terlihat di langit utara Amerika Serikat

Fenomena aurora borealis kembali berpotensi menghiasi langit malam di sejumlah wilayah utara Amerika Serikat pada Rabu, 19 Agustus 2026 hingga Kamis, 20 Agustus 2026 dini hari waktu setempat. Penampakan cahaya langit ini dipicu oleh aktivitas geomagnetik yang meningkat akibat lontaran partikel bermuatan dari matahari.

Berdasarkan pemantauan National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA, kondisi cuaca antariksa mencatat peningkatan aktivitas geomagnetik yang cukup signifikan. Peningkatan aktivitas ini memungkinkan pancaran cahaya aurora terlihat lebih jauh dari wilayah kutub magnet bumi dibandingkan hari-hari biasanya.

Indeks Kp yang mengukur gangguan pada medan magnet bumi menunjukkan adanya potensi penampakan meskipun berada di bawah level badai minor. Kendati demikian, prakiraan aurora dari badan tersebut tetap mengonfirmasi peluang visibilitas yang cukup tinggi di kawasan Amerika Utara bagian utara.

Bagi para pengamat langit di wilayah perbatasan Kanada dan negara bagian utara AS, momentum ini menjadi kesempatan emas. Wilayah seperti Washington, Idaho, Montana, North Dakota, South Dakota, Minnesota, Wisconsin, hingga Upper Peninsula Michigan dilaporkan memiliki peluang terbaik untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.

Waktu dan Tips Terbaik Menyaksikan Aurora Borealis

Waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena aurora borealis adalah setelah langit benar-benar gelap gulita pada malam hari. NOAA menyebutkan bahwa rentang waktu pukul 22.00 hingga 02.00 waktu lokal merupakan jendela utama dengan aktivitas auroral paling aktif.

Kondisi cuaca dan alam yang cepat berubah membuat pengamat disarankan untuk selalu memantau prakiraan aurora jangka pendek dari NOAA secara berkala. Faktor langit yang cerah tanpa polusi cahaya menjadi kunci utama agar kilauan cahaya dapat tertangkap dengan jelas oleh mata telanjang.

Masyarakat yang ingin mengabadikan momen langka ini juga tidak memerlukan peralatan kamera profesional yang rumit. Pengguna smartphone cukup memanfaatkan fitur Night Mode untuk iPhone atau Pro Mode untuk Android dengan menonaktifkan lampu kilat serta menggunakan tripod agar bidikan tetap stabil.

Bagi fotografer yang menggunakan kamera DSLR, penggunaan lensa sudut lebar atau wide-angle dengan pengaturan eksposur yang lebih lama sangat dianjurkan. Teknik tersebut dinilai ampuh untuk menangkap detail warna serta pergerakan gelombang cahaya secara optimal di kegelapan malam.

Topics
aurora borealis northern lights noaa badai geomagnetik amerika serikat astronomi fenomena alam langit malam
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.