Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London ditutup melemah sebesar 38,59 poin atau 0,4 persen ke level 10.862,50 pada perdagangan Senin, seiring lonjakan harga minyak mentah dunia akibat minimnya kemajuan dalam perundingan damai di Timur Tengah.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, tekanan di pasar saham London juga merembet ke indeks FTSE 250 yang ikut merosot 110,32 poin ke level 24.744,54, sementara indeks AIM All-Share tipis menguat 0,49 poin menjadi 796,38.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKenaikan harga minyak mentah terjadi setelah Korps Garda Revolusi Iran memperingatkan pada hari Minggu bahwa mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga Washington memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk ganti rugi perang.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober tercatat menguat ke posisi 83,40 dolar AS per barel, mendorong saham raksasa energi seperti BP dan Shell masing-masing naik 1,4 persen dan 0,6 persen.
Menanggapi situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih untuk bersikap dingin dan meremehkan prospek pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz dalam waktu dekat.
"Kami hanya semi-negosiasi dengan mereka dan hanya mengawasi Iran dengan inflasi masif serta fakta bahwa mereka tidak punya uang," ujar Trump sebagaimana dilaporkan oleh media Axios.
Dari analisis Kabayan News, dinamika pasar keuangan global saat ini masih sangat dipengaruhi oleh sentimen geopolitik serta antisipasi para investor terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada pekan ini.
Di sisi lain, pergerakan bursa saham Amerika Serikat di Wall Street terpajang bervariasi, sementara JPMorgan baru saja merevisi naik target harga indeks S&P 2006 menjadi 8.000 dari sebelumnya 7.800.