Harga emas dunia hari ini mencatatkan pemulihan signifikan di tengah bayang-bayang risiko geopolitik yang mendorong lonjakan harga minyak mentah global. Komoditas berharga ini mendekati level-level resistensi teknis yang krusial seiring tingginya minat beli dari para pelaku pasar.
Berdasarkan analisis pasar, eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sorotan utama setelah insiden di Teluk Oman. Washington memberikan peringatan keras bahwa serangan berkelanjutan terhadap jalur pelayaran berpotensi menjaga harga bahan bakar tetap tinggi, sekaligus memperkeruh prospek keamanan energi global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAnalis pasar teregistrasi SEBI, Anuj Gupta, menyarankan agar investor tetap waspada terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat terbaru. Lonjakan pada angka inflasi diprediksi mampu memengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve dan berpotensi mendorong kenaikan harga emas maupun perak lebih lanjut.
CEO Enrich Money, Ponmudi R, menjelaskan bahwa logam mulia saat ini tengah mendekati area resistensi teknis yang sangat menentukan kelanjutan tren penguatan. "Logam mulia menunjukkan pemulihan kuat, tetapi keduanya kini mendekati level resistensi signifikan sehingga pergerakan breakout berikutnya menjadi sangat krusial," ujarnya.
Di pasar domestik, pergerakan nilai tukar rupee terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan tersendiri pada struktur harga komoditas lokal. Sementara itu, komoditas energi seperti minyak mentah WTI dan Brent terus bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka panjang di tengah kekhawatiran pasokan global.