Harga minyak mentah dan emas dunia mencatatkan kenaikan signifikan di tengah pergerakan pasar saham regional yang cenderung berhati-hati pada perdagangan Rabu. Berdasarkan analisis Kabayan News, lonjakan harga komoditas utama ini terjadi akibat eskalasi ketegangan geopolitik global yang memanas menjelang rilis data inflasi penting dari Amerika Serikat.
Sentimen pasar global terpantau berada dalam kondisi waspada menyusul laporan insiden serangan maritim serta peluncuran misil balistik di kawasan Asia. Menurut pengamatan Kabayan News, para pelaku pasar kini memusatkan perhatian penuh pada rilis indeks harga konsumen Amerika Serikat guna mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve berikutnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan data perdagangan komoditas, harga minyak mentah Amerika Serikat menguat 0,89 persen menjadi 83,94 dolar per barel, sementara minyak Brent menanjak ke level 89,60 dolar per barel. Di sisi lain, harga emas di pasar spot turut menguat 0,46 persen menembus level 4.387,03 dolar per ons troi di tengah tingginya permintaan aset lindung nilai.
Analis pasar dari Capital.com, Kyle Rodda menyatakan bahwa sentimen pasar masih dibayangi risiko geopolitik yang belum mereda. "Ketidakpastian perkembangan diplomasi serta komitmen Iran menjaga Selat Hormuz membuat risiko harga minyak terus condong ke atas," ujarnya dalam catatan analisis.