Lonjakan harga minyak dunia memberikan rezeki nomplok bagi sejumlah negara bagian di Amerika Serikat seperti Alaska, New Mexico, dan Texas, karena berhasil mendongkrak koleksi pajak secara signifikan untuk mendanai berbagai layanan publik.
Berdasarkan laporan departemen pendapatan setempat, lonjakan penerimaan pajak dari sektor minyak di Alaska sukses menutup defisit anggaran besar dan berpotensi menghasilkan surplus anggaran tahun fiskal 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Harga minyak naik lebih tinggi daripada perkiraan kami, lalu turun lebih cepat dari perkiraan kami," ujar Dan Stickel selaku kepala ekonom Departemen Pendapatan Alaska.
Negara-negara bagian meraup keuntungan finansial dari ekstraksi bahan bakar fosil melalui dua cara utama, yakni royalti sewa mineral pada lahan federal atau negara bagian serta pengenaan pajak atas nilai mineral yang ditambang.
Berdasarkan analisis lembaga riset Pew Charitable Trusts, pendapatan pajak dari sektor ekstraksi mineral menyumbang lebih dari separuh total perolehan pajak Alaska dan North Dakota, serta seperempat dari pendapatan New Mexico dan Wyoming.
Pengamatan media online mencatat bahwa pasar minyak global mengalami fluktuasi tajam sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari lalu yang memicu ketidakpastian harga.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent sempat menyentuh rekor tertinggi sebesar 118 dolar per barel pada akhir April seiring meningkatnya eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah.
Dampak positif langsung dirasakan oleh Texas dengan perolehan pajak produksi minyak mencapai 5,35 miliar dolar dalam sebelas bulan pertama tahun fiskal 2026 atau melampaui ekspektasi awal.