Harga minyak mentah WTI dan Brent mengalami lonjakan signifikan di pasar global menyusul langkah Iran yang mengajukan serangkaian syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kontrak berjangka WTI merangkak naik ke level USD 77,67, sementara patokan global Brent melesat hingga USD 83 per barel.
Berdasarkan laporan pasar, kenaikan ini dipicu ketidakpastian setelah Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi serta pembebasan aset yang dibekukan. Tuntutan tersebut memunculkan kekhawatiran pelaku pasar mengenai potensi gangguan pasokan energi lanjutan dalam waktu dekat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAnalis pasar menilai ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama penggerak volatilitas harga energi pekan ini. Pembicaraan mediasi yang melibatkan Oman sebelumnya sempat memunculkan harapan meredanya konflik di kawasan strategis tersebut.
Di sisi lain, kekhawatiran pasar turut diperparah oleh situasi keamanan di jalur perairan lain seperti Selat Bab el-Mandeb yang berdampak pada distribusi pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Sentimen negatif ini mendominasi pergerakan perdagangan komoditas minyak mentah internasional.