Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Harga Tembaga Tembus Rekor, Ancam...
INTERNASIONAL

Harga Tembaga Tembus Rekor, Ancam Penambang Bitcoin dan AI

By Wulan Novitasari 2 min read 18 Agustus 2026
Lonjakan harga tembaga dunia ancam ekspansi penambang Bitcoin dan pusat data AI

Lonjakan harga tembaga dunia ancam ekspansi penambang Bitcoin dan pusat data AI

Lonjakan harga tembaga dunia mencapai level tertinggi sejak krisis pasokan pada tahun 2021 dengan premi spot London Metal Exchange menyentuh USD 478 per ton. Kenaikan drastis ini dipicu oleh penurunan persediaan gudang selama 42 hari berturut-turut serta kekhawatiran terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat.

Berdasarkan data Jefferies, produksi global dari perusahaan tambang utama turun sebesar 3,9 persen secara tahunan pada kuartal kedua menjadi 3,113 juta ton. Penurunan produksi ini memperburuk ketatnya pasokan pasar, sementara permintaan dari sektor transisi energi dan industri teknologi terus meningkat tajam.

Pasar tembaga global diprediksi mengalami defisit mencapai 442.000 ton pada tahun 2026 dan berpotensi melebar hingga 782.000 ton pada tahun 2030. Lonjakan harga ini menciptakan tantangan struktural bagi berbagai sektor industri yang sangat bergantung pada pasokan logam konduktif tersebut.

Situasi pasokan yang semakin ketat memaksa para pelaku industri global untuk mengantisipasi pembengkakan biaya operasional dalam jangka panjang. Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku logam menjadi faktor krusial dalam pertumbuhan infrastruktur modern.

Dampak Lonjakan Tembaga pada Penambang Bitcoin dan AI

Kenaikan harga tembaga secara langsung menghantam sektor penambangan Bitcoin yang sangat bergantung pada infrastruktur kelistrikan intensif. Fasilitas penambangan membutuhkan kabel daya, gardu induk, trafo, serta sistem pendingin dalam jumlah besar untuk menjalankan operasional harian mereka.

Tekanan biaya infrastruktur ini memperberat posisi para penambang Bitcoin yang sebelumnya sudah tertekan oleh volatilitas harga aset kripto dan penurunan imbalan blok. Proyek-proyek ekspansi baru berisiko mengalami penundaan signifikan akibat pembengkakan anggaran konstruksi yang tidak terduga.

Di sisi lain, ledakan teknologi kecerdasan buatan atau AI turut menambah persaingan ketat dalam perebutan pasokan tembaga dan kapasitas jaringan listrik. Pusat data berskala besar memerlukan pasokan tembaga masif untuk sistem distribusi daya, pendinginan, serta sambungan jaringan listrik yang andal.

Kompetisi ketat antara penambang Bitcoin dan pengembang AI ini dikhawatirkan dapat memperlambat ekspansi kapasitas komputasi global. Kedua industri kini menghadapi hambatan kritis baru akibat keterbatasan pasokan logam industri yang semakin langka di pasar internasional.

Topics
tembaga bitcoin kecerdasan buatan lme jefferies komoditas pertambangan ekonomi global
Jurnalis Bisnis & Teknologi

Wulan Novitasari adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan bisnis, teknologi, dan ekonomi digital. Dengan ketertarikannya pada inovasi dan disruption, ia aktif mengulas tren startup, fintech, hingga cryptocurrency. Tulisannya memberikan wawasan mendalam bagi pembaca yang ingin memahami lanskap bisnis dan teknologi yang terus berubah.