Dunia militer Amerika Serikat tengah dihebohkan dengan kabar rencana perubahan nama kapal induk kelas Ford yang sedang dalam masa konstruksi. Mengutip laporan eksklusif dari CNN, Angkatan Laut AS disebut-sebut sedang melakukan diskusi internal untuk mengganti nama kapal yang sebelumnya ditetapkan sebagai USS Doris Miller, sebuah penghormatan bagi pelaut kulit hitam heroik dalam peristiwa Pearl Harbor.
Berdasarkan laporan tersebut, terdapat wacana untuk mengubah nama kapal induk tersebut guna menghormati Presiden Donald Trump. Langkah ini dinilai sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengingat kapal induk AS biasanya tidak dinamai berdasarkan nama presiden yang masih menjabat.
Sebagai gantinya, pihak Angkatan Laut dikabarkan tengah mengupayakan agar nama Doris Miller tetap diabadikan pada kapal perang lain. Selain itu, terdapat rekomendasi untuk menganugerahkan Medal of Honor kepada mendiang Miller atas keberaniannya, meskipun otoritas akhir tetap berada di tangan Kongres dan persetujuan dari Trump.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKabar ini menuai sorotan karena inisiatif penamaan kapal tersebut sebelumnya telah diumumkan pada masa jabatan pertama Trump pada tahun 2020. Saat itu, kapal induk ini diharapkan menjadi simbol inklusivitas, mengingat Doris Miller adalah seorang pelaut tamtama kulit hitam yang bertindak heroik saat Jepang menyerang Pearl Harbor pada 1941.
Sejauh ini, internal Angkatan Laut AS dikabarkan telah berhenti menggunakan nama USS Doris Miller dalam komunikasi internal dan lebih memilih menyebutnya dengan nomor lambung CVN-81. Upaya ini disebut berkaitan dengan kebijakan pemerintahan di bawah Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang gencar melakukan peninjauan kembali atas nama-nama aset militer yang dianggap terkait dengan agenda keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.
Terkait rencana ini, keluarga Doris Miller mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai perubahan tersebut. Thomas Bledsoe, keponakan dari Miller, menyatakan bahwa meskipun mereka menyambut positif upaya penganugerahan Medal of Honor yang tertunda selama bertahun-tahun, pihaknya sangat menyayangkan potensi hilangnya kehormatan nama sang paman pada kapal induk tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Departemen Pertahanan AS belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana penggantian nama tersebut. Keputusan akhir mengenai penamaan kapal ini ditunggu publik menjelang upacara peletakan lunas kapal yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.