Inggris tengah bersiap menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino "tak terduga". Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa fenomena ini berpotensi menjadi yang terbesar dan paling intens sejak abad ke-19, bahkan mungkin dalam 500 hingga 1.000 tahun terakhir.
Berdasarkan laporan Met Office yang dikutip dari Daily Mail, El Nino tahun ini diprediksi akan meningkatkan suhu permukaan laut di Pasifik tropis hingga lebih dari 3 derajat Celcius di atas rata-rata jangka panjang. Kondisi ini secara drastis mengubah pola curah hujan dan suhu global.
Professor Adam Scaife, kepala prakiraan jangka panjang di Met Office, menegaskan bahwa fenomena kali ini benar-benar di luar kebiasaan. "Kita harus jujur bahwa ini adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saya belum pernah melihat sinyal El Nino seintens ini dalam prakiraan kami," ungkapnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDampak bagi Inggris diperkirakan akan terasa pada musim gugur dan awal musim dingin mendatang. Masyarakat di sana kemungkinan besar akan menghadapi kondisi cuaca yang lebih basah dan penuh badai, sebuah kontras tajam setelah mengalami musim panas dengan kekeringan parah.
Sebagaimana diberitakan, Met Office juga menyatakan bahwa fenomena ini meningkatkan kemungkinan tahun 2027 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah, melampaui rekor-rekor sebelumnya akibat pelepasan panas signifikan dari laut ke atmosfer.
Meski hujan mulai mengguyur beberapa wilayah, para ahli memperingatkan bahwa ini belum cukup untuk mengakhiri krisis air. Diperlukan hujan yang berkelanjutan selama berbulan-bulan untuk mengisi kembali waduk dan permukaan air tanah yang sempat menyusut drastis akibat gelombang panas ekstrem di tahun 2026.