Pemerintah Iran secara tegas membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya mengeklaim bahwa perundingan antara kedua negara dijadwalkan akan segera berlangsung.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan dalam konferensi pers mingguan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk mengirim maupun menerima delegasi dari pihak AS.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBaghaei menegaskan bahwa fokus utama Iran saat ini adalah melanjutkan proses diplomasi dan perundingan dengan Oman terkait isu kawasan Selat Hormuz demi menjaga kepentingan nasional.
Pernyataan tersebut sekaligus meralat klaim yang sebelumnya dilontarkan oleh Trump bahwa kedua belah pihak akan segera duduk bersama untuk membahas ketegangan yang tengah memanas.
Fokus Dialog Oman dan Situasi Keamanan Kawasan
Di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, Iran memilih untuk mengedepankan jalur dialog yang menghormati kedaulatan bersama dan hak-hak keamanan nasional kedua belah pihak.
Sementara itu, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah juga diwarnai oleh berbagai eskalasi militer, termasuk laporan serangan udara serta blokade maritim yang memicu kekhawatiran global.
Para sekutu regional di Teluk sebelumnya dikabarkan sempat meminta agar opsi penyelesaian damai diutamakan guna menghindari risiko konflik bersenjata yang lebih luas dan merusak.
Pemerintah berbagai negara terus memantau perkembangan situasi internasional ini secara seksama demi mengantisipasi dampak lanjutan terhadap stabilitas global.