Departemen Pertahanan Amerika Serikat resmi mencabut izin akses informasi rahasia milik mantan Sekretaris Angkatan Udara Frank Kendall akibat dugaan kebocoran data sensitif terkait kemampuan pesawat kepresidenan Air Force One.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell menyampaikan keputusan tersebut melalui media sosial X, menegaskan bahwa pencabutan berlaku seketika sekaligus melarang Kendall menduduki jabatan sensitif apa pun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Efektif hari ini, Departemen Pertahanan mencabut kelayakan mantan Sekretaris Angkatan Udara Frank Kendall untuk mengakses informasi rahasia dan memegang posisi sensitif," ujar Parnell dalam pernyataan resminya.
Tindakan tegas tersebut diambil menyusul laporan media mengenai perbandingan spesifikasi pesawat Boeing 747-8 sumbangan Qatar sebagai armada kepresidenan baru dengan pesawat VC-25A generasi lama.
Mengutip laporan media, pesawat baru tersebut dilaporkan tidak memiliki sejumlah fitur pertahanan penting seperti kemampuan pengisian bahan bakar di udara serta perlindungan khusus terhadap ledakan nuklir.
Dari analisis tim redaksi, insiden ini menunjukkan ketegangan tinggi di kalangan pejabat pertahanan AS terkait perlindungan informasi strategis militer di ruang publik.
Frank Kendall sendiri pernah menjabat sebagai Sekretaris Angkatan Udara di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden dari tahun 2021 hingga Januari 2025 sebelum akhirnya tersandung kasus pencabutan izin akses rahasia ini.