Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi terhadap kinerja Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin setelah berbagai kebijakan serta pernyataan publik dinilai menyimpang dari narasi utama pemerintahan.
Rasa tidak puas tersebut dipicu oleh serangkaian keputusan independen Mullin tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan Gedung Putih, khususnya terkait agenda imigrasi yang menjadi sorotan utama pemerintahan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMullin yang ditunjuk menggantikan Kristi Noem pada Maret lalu kini dipandang oleh sebagian pejabat sebagai sosok kurang seirama dengan visi kepemimpinan presiden dalam mengelola lembaga keamanan.
Pemerintah merupakan satu tim dan kita memiliki satu perjuangan dalam menjalankan tugas negara, ujar juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri merespons isu ketegangan internal tersebut.
Serangkaian Kebijakan Mullin yang Ditentang Trump
Puncak kekecewaan Trump muncul ketika Mullin menyampaikan pandangan mengenai imigrasi di Oklahoma City yang langsung memicu kecaman dari kelompok pendukung garis keras.
Meski ketegangan meningkat dalam beberapa waktu terakhir, para pejabat senior Gedung Putih menyebutkan bahwa presiden belum berencana mengambil langkah pemecatan dalam waktu dekat.
Usai insiden penembakan imigran, Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin sempat menghentikan sementara prosedur penghentian kendaraan oleh petugas imigrasi.
Kebijakan tersebut langsung dibatalkan oleh Presiden Donald Trump melalui unggahan media sosial sehari berselang karena dinilai tidak sejalan dengan instruksi pusat.