Rencana pembangunan monumen berbentuk arch raksasa setinggi 250 kaki di kawasan Washington DC memicu penentangan luas dari berbagai kalangan pemerhati sejarah dan publik. Berdasarkan laporan National Park Service, struktur megah yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trump tersebut dinilai bakal berdampak buruk serta mengganggu puluhan properti bersejarah di sekitarnya.
Proyek kontroversial itu direncanakan berdiri di Memorial Circle, sebuah bundaran lalu lintas strategis yang terletak tepat di bawah Arlington National Cemetery. Sejumlah kritikus menilai lokasi tersebut terlalu sensitif dan sarat nilai sakral sejarah sehingga pembangunan struktur raksasa berpotensi merusak keharmonisan visual kawasan monumental tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan awak media, polemik ini semakin memanas setelah dokumen evaluasi resmi dirilis ke publik melalui proses peninjauan Section 106. Penilaian tersebut secara tegas menyebutkan keberadaan arch raksasa bakal menghalangi koneksi visual penting antara Lincoln Memorial dan Arlington House yang merupakan rumah bersejarah dari Jenderal Robert E. Lee.
Kelompok veteran Perang Vietnam bahkan telah mengambil langkah hukum dengan melayangkan gugatan untuk menghentikan proyek pembangunan tanpa persetujuan Kongres tersebut. Di sisi lain, Gedung Putih tetap bersikeras menyatakan lokasi pilihan mereka sudah sangat tepat guna memperkaya pengalaman pengunjung di kawasan pemakaman nasional.
Di tengah gelombang penolakan, usulan alternatif lokasi sempat disuarakan oleh pejabat pelestarian sejarah lokal agar proyek dipindahkan ke kawasan sekitar Frederick Douglass Bridge. Meskipun demikian, pembahasan mengenai opsi pemindahan lokasi sejauh ini belum mendapat tanggapan serius dari pihak pemerintah federal.
Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional dijadwalkan kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas kelanjutan proses perizinan proyek pembangunan monumen ini. Publik kini terus memantau dinamika perdebatan yang melibatkan para pejabat federal, kelompok pelestarian, serta komunitas lokal di Washington DC.