Kebijakan imigrasi ketat Donald Trump dan gelombang pensiun baby boomer diprediksi mengubah dinamika pasar tenaga kerja Amerika Serikat secara drastis dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan laporan dari tim analisis awak media, pergeseran demografi serta aturan baru Gedung Putih membuat standar perekonomian yang sehat kini memerlukan lebih sedikit penyerapan tenaga kerja baru untuk menjaga tingkat pengangguran tetap stabil.
Masyarakat selama ini terbiasa dengan asumsi bahwa laporan bulanan tenaga kerja yang kuat selalu berkorelasi langsung dengan penurunan tingkat pengangguran. Namun, laporan terbaru dari ekonom Dallas Fed mencatat bahwa breakeven rate pertumbuhan lapangan kerja—jumlah pekerjaan bersih baru yang dibutuhkan tiap bulannya—bahkan sempat menyentuh angka negatif pada tahun lalu akibat menyusutnya kelompok usia produktif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeOxford Economics memperkirakan bahwa batas pertumbuhan tenaga kerja atau breakeven rate saat ini berada di kisaran 50.000 posisi per bulan. Angka tersebut turun drastis dibandingkan posisi pada tahun 2022 hingga 2023 ketika gelombang imigrasi masih sangat tinggi, sebagaimana dilaporkan dalam catatan riset ekonomi terbaru.
Menurut ekonom Matthew Martin dan Bernard Yaros, batas kecepatan pasar tenaga kerja saat ini jauh lebih rendah dibandingkan beberapa tahun silam. "Hari ini, kecepatan maksimal pasar tenaga kerja jauh lebih rendah dari beberapa tahun lalu, membuka jalan bagi ekspansi tanpa penambahan lapangan kerja signifikan," tulis mereka dalam sebuah catatan analisis.
Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa kebijakan pembatasan imigrasi akan terus berlanjut di bawah pemerintahan Donald Trump, ditambah gelombang pensiun generasi baby boomer yang puncaknya diperkirakan terjadi antara 2026 hingga 2029. Meski demikian, penurunan angka breakeven rate tidak serta-merta memicu gelombang pemutusan hubungan kerja secara massal di berbagai sektor industri.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, sektor-sektor seperti kesehatan yang relatif tahan terhadap siklus bisnis diprediksi akan terus menopang pertumbuhan lapangan kerja yang positif. Hal ini juga membuat Federal Reserve kemungkinan tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga acuan selama tingkat pengangguran domestik masih terkendali dan berada di kisaran yang stabil.