Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kebijakan Donald Trump ubah aturan...
INTERNASIONAL

Kebijakan Donald Trump ubah aturan main pasar tenaga kerja Amerika, Penjelasan lengkapnya

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 3 Agustus 2026
Ilustrasi pasar tenaga kerja Amerika Serikat di bawah kebijakan Donald Trump dan Oxford Economics

Ilustrasi pasar tenaga kerja Amerika Serikat di bawah kebijakan Donald Trump dan Oxford Economics

Kebijakan imigrasi ketat Donald Trump dan gelombang pensiun baby boomer diprediksi mengubah dinamika pasar tenaga kerja Amerika Serikat secara drastis dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan laporan dari tim analisis awak media, pergeseran demografi serta aturan baru Gedung Putih membuat standar perekonomian yang sehat kini memerlukan lebih sedikit penyerapan tenaga kerja baru untuk menjaga tingkat pengangguran tetap stabil.

Masyarakat selama ini terbiasa dengan asumsi bahwa laporan bulanan tenaga kerja yang kuat selalu berkorelasi langsung dengan penurunan tingkat pengangguran. Namun, laporan terbaru dari ekonom Dallas Fed mencatat bahwa breakeven rate pertumbuhan lapangan kerja—jumlah pekerjaan bersih baru yang dibutuhkan tiap bulannya—bahkan sempat menyentuh angka negatif pada tahun lalu akibat menyusutnya kelompok usia produktif.

Oxford Economics memperkirakan bahwa batas pertumbuhan tenaga kerja atau breakeven rate saat ini berada di kisaran 50.000 posisi per bulan. Angka tersebut turun drastis dibandingkan posisi pada tahun 2022 hingga 2023 ketika gelombang imigrasi masih sangat tinggi, sebagaimana dilaporkan dalam catatan riset ekonomi terbaru.

Menurut ekonom Matthew Martin dan Bernard Yaros, batas kecepatan pasar tenaga kerja saat ini jauh lebih rendah dibandingkan beberapa tahun silam. "Hari ini, kecepatan maksimal pasar tenaga kerja jauh lebih rendah dari beberapa tahun lalu, membuka jalan bagi ekspansi tanpa penambahan lapangan kerja signifikan," tulis mereka dalam sebuah catatan analisis.

Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa kebijakan pembatasan imigrasi akan terus berlanjut di bawah pemerintahan Donald Trump, ditambah gelombang pensiun generasi baby boomer yang puncaknya diperkirakan terjadi antara 2026 hingga 2029. Meski demikian, penurunan angka breakeven rate tidak serta-merta memicu gelombang pemutusan hubungan kerja secara massal di berbagai sektor industri.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, sektor-sektor seperti kesehatan yang relatif tahan terhadap siklus bisnis diprediksi akan terus menopang pertumbuhan lapangan kerja yang positif. Hal ini juga membuat Federal Reserve kemungkinan tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga acuan selama tingkat pengangguran domestik masih terkendali dan berada di kisaran yang stabil.

Topics
pasar tenaga kerja donald trump ekonomi amerika serikat oxford economics federal reserve tingkat pengangguran imigrasi
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.