Dunia maya di Amerika Serikat dihebohkan dengan sebuah pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh seorang tokoh agama sayap kanan. Eric Conn, yang dikenal sebagai pendeta di Refuge Church sekaligus pendiri New Christendom Press, secara terbuka mengaitkan eksistensi olahraga basket wanita dengan isu orientasi seksual dan identitas gender.
Melalui akun media sosial X miliknya, Conn menyebut bahwa kompetisi Women’s National Basketball Association atau WNBA menjadi sarang dari perilaku androgini serta homoseksualitas. Ia bahkan berargumen bahwa atmosfer dalam kompetisi olahraga tersebut dapat berujung pada kemunculan fenomena transgenderisme di tengah masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePernyataan tersebut disampaikan Conn untuk merespons sebuah unggahan mengenai kericuhan yang melibatkan pemilik bersama tim Seattle Storm, Celeste Keaton, dengan pendukung pemain basket Sophie Cunningham. Kericuhan itu bermula ketika Keaton diduga melontarkan kata-kata kasar kepada suporter yang membawa atribut kampanye terkait isu atlet transgender.
Kendati narasi miring tersebut ramai disuarakan oleh kelompok konservatif, data historis mencatat bahwa kehadiran atlet transgender di liga basket profesional wanita tersebut sangat minim. Layshia Clarendon tercatat sebagai satu-satunya mantan pemain non-biner yang terbuka di WNBA sebelum memutuskan gantung sepatu pada tahun 2024.