Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kecelakaan Helikopter di Kenya,...
INTERNASIONAL

Kecelakaan Helikopter di Kenya, Kepala Intelijen Ekuador Tewas

By Dewi Lestari 2 min read 20 Agustus 2026
Kepala Badan Intelijen Ekuador tewas bersama lima warga AS dalam kecelakaan helikopter di Kenya

Kepala Badan Intelijen Ekuador tewas bersama lima warga AS dalam kecelakaan helikopter di Kenya

Kecelakaan tragis menimpa sebuah helikopter pariwisata yang membawa rombongan turis di Gunung Ololokwe, Kabupaten Samburu, Kenya. Insiden nahas tersebut mengakibatkan seluruh tujuh orang yang berada di dalam pesawat tewas seketika di lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan media, korban tewas dalam musibah ini mencakup lima warga negara Amerika Serikat serta Kepala Badan Intelijen Ekuador, Michele Sensi-Contugi, beserta istrinya yang juga merupakan perancang busana terkenal, Stephany Hollihan.

Otoritas Penerbangan Sipil Kenya mengonfirmasi bahwa penerbangan yang menggunakan helikopter Airbus H130 tersebut berangkat dari cagar alam Loisaba menuju area Sungai Ewaso Ngiro sebelum akhirnya jatuh. Tim penyelamat sempat mengalami kesulitan evakuasi akibat medan yang terjal dan kobaran api di lokasi bangkai pesawat.

Komandan Kepolisian Kabupaten Samburu, David Nkoroi, memastikan bahwa tidak ada korban yang selamat dalam peristiwa maut tersebut. Sesuai laporan CNN Internasional, otoritas setempat masih menyelidiki penyebab pasti jatuhnya helikopter carteran dari operator Lady Lori Helicopters itu.

Pemerintah Ekuador menyampaikan duka cita mendalam dan menyebut kepergian Michele Sensi-Contugi sebagai kerugian besar bagi negara. Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Afrika Selatan turut memberikan bantuan konsuler bagi keluarga korban asal Negeri Paman Sam yang terdampak musibah ini.

Topics
kecelakaan helikopter kenya intelijen ekuador amerika serikat berita internasional kecelakaan maut
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.