Kasus penculikan Elizabeth Smart terjadi pada tanggal 5 Juni 2002 ketika seorang gadis remaja berusia 14 tahun bernama Elizabeth Ann Smart diculik dari kediamannya di Salt Lake City, Utah oleh Brian David Mitchell. Peristiwa kelam ini bermula di tengah malam buta saat pelaku menyusup masuk ke kamar tidur korban yang saat itu sedang berbagi ruangan dengan adik perempuannya, Mary Katherine.
Mitchell melancarkan aksinya menggunakan sebilah pisau untuk mengancam korban di hadapan sang adik yang terpaksa pura-pura tidur karena dilanda ketakutan luar biasa. Pelaku ternyata bukan orang asing bagi keluarga Smart karena pernah dipekerjakan sebagai seorang tukang serabutan atau handyman di rumah mereka. Berdasarkan laporan penyelidikan, Mitchell mengaku sebagai seorang nabi atau pengkhotbah agama yang membawa misi khusus sebelum akhirnya membawa korban kabur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelama masa pelarian dan penyekapan yang berlangsung kurang lebih sembilan bulan, korban dibawa berpindah-pindah tempat mulai dari perkemahan terpencil di pinggiran Salt Lake City hingga wilayah San Diego County di California. Pelaku bersama istrinya, Wanda Barzee, memaksa korban mengenakan jubah putih dari kepala hingga kaki saat tampil di tempat umum. Berdasarkan pengamatan awak media, penyamaran tersebut membuat korban kerap tidak dikenali orang meski beberapa kali berinteraksi langsung dengan publik.
Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengenali dan menyelamatkan korban di daerah Sandy, Utah, yang berjarak sekitar 29 kilometer dari rumah asalnya. Setelah melewati proses penyelamatan yang dramatis tersebut, Elizabeth Smart bangkit menjadi seorang aktivis terkemuka yang menyuarakan hak-hak korban kekerasan seksual serta anak hilang. Sementara itu, pelaku utama Brian David Mitchell divonis hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat setelah melalui perdebatan panjang terkait kondisi kejiwaannya di pengadilan.