Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Data Tenaga Kerja AS Lemah, Peluang...
EKONOMI

Data Tenaga Kerja AS Lemah, Peluang Fed Tahan Suku Bunga

By Bambang Prasetyo • 3 min read • 8 Agustus 2026
Gedung kantor pusat Federal Reserve di Washington DC Amerika Serikat

Gedung kantor pusat Federal Reserve di Washington DC Amerika Serikat

Laporan tenaga kerja Amerika Serikat untuk bulan Juli 2026 mencatatkan pelemahan tak terduga yang memperkuat argumen bagi para pejabat Federal Reserve untuk menahan suku bunga acuan. Sektor tenaga kerja yang melesu ini berpotensi mengalihkan kembali perhatian bank sentral pada kesehatan pasar tenaga kerja apabila tren penurunan penyerapan tenaga kerja terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan data terbaru, jumlah lapangan kerja pada Juli terkontraksi sebanyak 23.000 posisi, berbanding terbalik dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 80.000 posisi. Selain itu, angka penciptaan kerja untuk periode Mei dan Juni juga mengalami revisi ke bawah dengan total gabungan mencapai 103.000 posisi.

Tingkat pengangguran tercatat turun tipis menjadi 4,1 persen dari posisi sebelumnya di angka 4,2 persen pada Juni. Penurunan tingkat pengangguran tersebut terjadi seiring dengan turunnya tingkat partisipasi angkatan kerja, di mana sejak Januari lalu angka partisipasi angkatan kerja telah terpangkas sebesar 0,7 persen.

Penurunan penyerapan tenaga kerja paling signifikan dipimpin oleh sektor pendidikan pemerintah lokal yang berkurang 50.000 posisi, sektor ritel yang kehilangan hampir 20.000 posisi, serta sektor keuangan yang mencatat pengurangan 14.000 posisi. Di sisi lain, sektor layanan kesehatan justru mampu membukukan tambahan 22.000 lapangan kerja baru.

Fokus Kebijakan Fed Masih Tergantung Data Inflasi

Federal reserve

Senior Economist Capital Economics Thomas Ryan menilai bahwa meskipun pelemahan perekrutan tenaga kerja ini belum sepenuhnya tercermin dalam indikator makroekonomi lain secara luas, kondisi tersebut tetap memicu kekhawatiran baru di kalangan pejabat Fed. Para pembuat kebijakan diprediksi akan lebih berhati-hati sebelum berkomitmen untuk mengambil langkah pengetatan moneter dalam waktu dekat.

Lebih lanjut, Ryan menambahkan bahwa bank sentral memerlukan kejutan kenaikan yang signifikan pada data harga pekan depan jika tetap berkeinginan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan September mendatang. Tanpa lonjakan inflasi yang berarti, opsi mempertahankan suku bunga dinilai menjadi jalur yang paling rasional saat ini.

Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Tom Barkin menyampaikan bahwa laporan ketenagakerjaan tersebut sangat sejalan dengan pandangannya terhadap kondisi pasar tenaga kerja saat ini. Menurutnya, pasar tenaga kerja berada dalam keseimbangan yang cenderung lemah karena minimnya aktivitas perekrutan maupun pemutusan hubungan kerja dari para pelaku usaha.

Barkin menjelaskan bahwa pertumbuhan angkatan kerja berada di kisaran nol akibat kombinasi faktor penurunan imigrasi, pergeseran demografi, serta populasi pekerja yang memasuki usia pensiun. Kondisi struktural tersebut membuat pertumbuhan tenaga kerja tertahan pada kisaran nol hingga moderat secara konsisten sepanjang tahun terakhir.

Topics
federal reserve suku bunga ekonomi as pasar tenaga kerja inflasi as tom barkin lisa cook kebijakan moneter
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.