Berdasarkan laporan media internasional Infobae, sektor pariwisata internasional di Kuba mengalami kejatuhan terburuk dalam lebih dari dua dekade terakhir. Kantor Nasional Statistik dan Informasi atau ONEI mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing ke pulau tersebut merosot hingga 62 persen sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.
Sebagaimana diwartakan, Kuba hanya menerima sekitar 419.863 pengunjung asing dalam tujuh bulan pertama tahun ini. Angka tersebut turun drastis jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan sekitar 1,13 juta kunjungan.
Mengutip laporan terkait, krisis pariwisata ini dipicu oleh eskalasi sanksi dan embargo energi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Kebijakan blokade minyak secara de facto tersebut memicu kelangkaan pasokan bahan bakar penerbangan serta memaksa sejumlah maskapai internasional untuk membatalkan atau mengubah rute penerbangan mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTekanan dari Washington semakin menguat ketika Departemen Keuangan Amerika Serikat memberikan ancaman sanksi sekunder terhadap perusahaan asing yang memiliki kerja sama dengan konglomerat militer Kuba, Gaesa. Akibat tekanan tersebut, sejumlah operator hotel besar dunia seperti Blue Diamond Resorts, Iberostar, dan Meliá memutuskan untuk menghentikan operasional sejumlah hotel di wilayah tersebut.
Selain hantaman di sektor perhotelan, krisis ini juga merembet ke sistem keuangan domestik setelah kartu pembayaran internasional seperti Visa dan Mastercard berhenti diproses akibat pemutusan hubungan perbankan. Pemerintah Kuba sendiri telah mengonfirmasi bahwa tingkat okupansi hotel anjlok tajam serta memaksa puluhan ribu pekerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaan.
Menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat, rezim pemerintahan Miguel Díaz-Canel mulai melonggarkan aturan dengan mengizinkan para pelaku usaha swasta untuk mengelola hotel dan layanan pariwisata. Kendati demikian, masa depan industri pariwisata Kuba masih sangat bergantung pada kemampuan sektor swasta dalam menambal kerugian akibat hengkangnya investor asing.