Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Donald Trump Buka Peluang Negosiasi...
INTERNASIONAL

Donald Trump Buka Peluang Negosiasi Ulang, Iran Diminta Tinggalkan Nuklir

By Dewi Lestari 2 min read 20 Agustus 2026
Donald Trump buka peluang negosiasi ulang dengan Iran terkait nuklir dan Selat Hormuz

Donald Trump buka peluang negosiasi ulang dengan Iran terkait nuklir dan Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran mengenai kesepakatan penghentian permusuhan berpotensi dilanjutkan kembali pada suatu titik mendatang. Sebagaimana dilaporkan dalam Anadolu Agency, Trump menyampaikan pandangan tersebut kepada para awak media di Washington menyusul dinamika geopolitik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan analisis Kabayan News, situasi di kawasan tersebut dinilai cukup stabil saat ini sehingga membuka ruang diplomasi baru. Mengutip laporan dari Anadolu Agency, Trump menegaskan bahwa Iran wajib menghentikan sepenuhnya program senjata nuklir mereka demi keamanan global.

Terkait jalur pasokan energi global, pemerintah Amerika Serikat mengklaim memegang kendali penuh atas kawasan strategis Selat Hormuz. Berdasarkan keterangan dari Anadolu Agency, blokade angkatan laut yang diterapkan sejauh ini berjalan efektif meskipun sempat terjadi gangguan berskala kecil dari pihak oposisi.

Di sisi lain, perundingan bilateral sebelumnya sempat mengalami kebuntuan setelah nota kesepahaman yang disepakati pada Juni lalu gagal berlanjut. Mengutip catatan dari Anadolu Agency, Washington juga bersiap menjatuhkan sanksi lanjutan yang sangat ketat apabila ditemukan pelanggaran komitmen dari pihak Teheran.

Topics
donald trump iran selat hormuz nuklir amerika serikat diplomasi internasional sanksi
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.