Dunia kehilangan salah satu pemikir paling visioner di era modern dengan kepergian Jacque Fresco. Lahir di Brooklyn, New York, pada 13 Maret 1916, Fresco dikenal luas sebagai seorang futurist, desainer industri, dan social engineer autodidak yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memikirkan ulang masa depan peradaban manusia melalui sains dan teknologi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejak usia remaja, Fresco telah menunjukkan ketertarikan mendalam pada berbagai bidang keilmuan, mulai dari sains, masa depan, hingga prinsip-prinsip sosial. Perjalanan hidupnya diwarnai dengan berbagai pengalaman unik, termasuk keterlibatannya di Douglas Aircraft Company serta perannya sebagai desainer teknis untuk Army Air Forces di Dayton, Ohio, selama Perang Dunia II. Meski beberapa ide radikalnya mengenai pesawat terbang kerap dianggap tidak konvensional pada masanya, hal tersebut membentuk dasar dari pola pikir inovatifnya.
Puncak dari gagasan besar Fresco terwujud ketika ia mendirikan The Venus Project bersama mitra hidupnya, Roxanne Meadows, pada tahun 1985. Melalui proyek ambisius ini, ia mempromosikan implementasi sistem sosio-ekonomi global yang disebut sebagai resource-based economy. Dalam sistem ini, seluruh sumber daya bumi dinyatakan sebagai warisan bersama bagi seluruh penduduk dunia, di mana uang dan sistem keuangan digantikan oleh otomatisasi berbasis sibernetik dan manajemen berbasis sains.
Sepanjang hidupnya, Fresco menuangkan ide-ide progresifnya ke dalam berbagai bentuk karya, mulai dari desain kota melingkar yang efisien energi hingga buku kolaboratif berjudul "Looking Forward" pada tahun 1969. Meski gagasan-gagasannya kerap memicu perdebatan sengit dan dianggap sebagai utopia oleh sebagian kalangan, konsep ramah lingkungan yang ia tawarkan terus menginspirasi generasi arsitek, perencana kota, dan ilmuwan modern di seluruh dunia.
Hingga akhir hayatnya di usia 101 tahun pada 18 Mei 2017 di Florida, Fresco tidak pernah lelah menyuarakan pentingnya pergeseran paradigma berpikir manusia demi menciptakan masa depan yang lebih harmonis. Warisan intelektualnya melalui The Venus Project tetap hidup, menjadi bahan refleksi penting tentang bagaimana teknologi dan sains dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan umat manusia.