Proses peluncuran teleskop luar angkasa Nancy Grace Roman oleh NASA dari Kennedy Space Center dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus. Sebagaimana dilaporkan dari laporan ilmiah, teleskop canggih tersebut siap mendalami berbagai misteri terbesar dalam astronomi modern, mulai dari asal-usul alam semesta hingga evolusi kosmik dari masa ke masa.
Berdasarkan analisis Kabayan News, observatorium baru tersebut dinamai untuk menghormati kepala astronomi pertama NASA sekaligus eksekutif wanita pertama di badan antariksa tersebut, Nancy Grace Roman, yang wafat pada tahun 2018 di usia 93 tahun. Pembangunan teleskop ini berhasil diselesaikan delapan bulan lebih cepat dari jadwal semula serta berada di bawah anggaran yang ditetapkan.
Berdasarkan data teknis, teleskop Roman dilengkapi dengan instrumen lapang pandang lebar dan coronagraph untuk meredam silau bintang di dekatnya. Kemampuan observasinya diklaim mampu memetakan kosmos sekitar seribu kali lebih cepat daripada Teleskop Hubble, sehingga pengamatan yang membutuhkan waktu berabad-abad dapat diselesaikan jauh lebih singkat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMisi utama teleskop Roman mencakup penyelidikan terhadap komponen misterius penyusun alam semesta, yaitu materi gelap yang mencakup 25 persen dan energi gelap yang mencapai 70 persen. Pengamatan berskala luas tersebut diharapkan mampu menguji teori mengenai percepatan ekspansi alam semesta serta mencari ribuan planet asing melalui teknik microlensing.
Keberadaan teleskop Roman akan beroperasi berdampingan dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb serta misi Euclid milik Badan Antariksa Eropa. Kombinasi kekuatan observatorium-observatorium tersebut diyakini bakal membuka jalan bagi penemuan fenomena baru dan menguji pemahaman umat manusia terhadap fisika modern.