Perusahaan utilitas dan pembangkit listrik raksasa asal Amerika Serikat, AES Corporation, memegang peranan penting dalam industri energi global dengan menyediakan serta mendistribusikan tenaga listrik di berbagai negara. Berkantor pusat di Arlington, Virginia, perusahaan ini menjadi salah satu pemain utama penyedia tenaga listrik dunia dengan skala operasional yang menjangkau jutaan konsumen melalui fasilitas industri maupun perantara.
Didirikan pada 28 Januari 1981 dengan nama Applied Energy Services oleh Roger Sant dan Dennis Bakke, perusahaan ini memulai langkahnya sebagai firma konsultan. Seiring berjalannya waktu, AES bertransformasi menjadi korporasi energi publik pada tahun 1991 dan melakukan ekspansi agresif ke berbagai belahan dunia di bawah kepemimpinan para pendirinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam perjalanannya, kepemimpinan AES beralih ke tangan Andres Gluski, yang kemudian menerapkan strategi efisiensi dengan merampingkan cakupan wilayah operasional demi menekan biaya sekaligus mengurangi intensitas emisi karbon perusahaan. Fokus bisnis AES kini mulai bergeser secara signifikan menuju penyediaan energi terbarukan, termasuk pembangunan fasilitas penyimpanan tenaga surya dan angin.
Langkah besar dalam sejarah korporasi ini terjadi pada Maret 2026, ketika konsorsium yang dipimpin oleh anak usaha BlackRock, Global Infrastructure Partners, bersama firma ekuitas swasta asal Swedia, EQT AB, sepakat mengambil alih AES dengan nilai perusahaan mencapai 33,7 miliar dolar AS termasuk beban utang.
Transformasi dan Portofolio Bisnis Global AES
Ekspansi global AES didukung oleh berbagai anak perusahaan strategis serta portofolio proyek pembangkit berskala besar di berbagai belahan dunia. Perusahaan ini melakukan sejumlah akuisisi penting, termasuk mengambil alih aset Indianapolis Power & Light yang kemudian berganti nama menjadi AES Indiana, serta anak perusahaan asal Chili bernama Gener.
Selain sektor utilitas konvensional, AES juga memperkuat posisinya di teknologi energi bersih melalui pembentukan usaha patungan bernama Fluence bersama Siemens pada Januari 2018. Fluence berfokus pada pengembangan teknologi penyimpanan energi canggih berbasis baterai lithium-ion untuk memenuhi lonjakan permintaan energi hijau.
Portofolio energi terbarukan AES semakin diperkuat melalui akuisisi sPower pada tahun 2018 dan Community Energy Solar pada Desember 2021 untuk menggenjot kapasitas pasokan energi bersih di Amerika Serikat. Perusahaan juga mengintegrasikan teknologi modern seperti penggunaan drone untuk inspeksi infrastruktur demi meningkatkan standar keselamatan kerja.
Melalui sejarah panjang sejak era pasca-Nixon hingga transformasi hijau di era modern, AES Corporation membuktikan adaptabilitasnya dalam menghadapi dinamika industri energi global yang terus berubah menuju era keberlanjutan.