Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Pete Hegseth, Menteri...
INTERNASIONAL

Profil Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS Sekaligus Eks Presenter TV

By Dewi Lestari • 2 min read • 9 Agustus 2026
Potret Pete Hegseth Menteri Pertahanan Amerika Serikat

Potret Pete Hegseth Menteri Pertahanan Amerika Serikat

Profil Pete Hegseth menarik perhatian publik global setelah dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat ke-29 sejak tahun 2025 di bawah pemerintahan Donald Trump. Lahir di Minneapolis, Minnesota, pada tanggal 6 Juni 1980, ia tumbuh sebagai sosok yang aktif berkecimpung di dunia militer, penyiaran televisi, dan dunia politik konservatif.

Sebelum menempati posisi strategis di kabinet Amerika Serikat, Hegseth menempuh pendidikan tinggi di Universitas Princeton dan lulus dengan gelar sarjana politik pada tahun 2003. Semasa kuliah, ia memimpin surat kabar mahasiswa konservatif bernama The Princeton Tory. Selepas kelulusannya, ia bergabung dengan Garda Nasional Angkatan Darat Minnesota dan menjalani penugasan militer di Teluk Guantanamo, Irak, serta Afganistan.

Karier profesional Hegseth juga mencakup keterlibatannya di dunia media setelah bergabung dengan saluran berita Fox News pada tahun 2014. Pengalamannya semakin bertambah luas ketika ia didapuk sebagai salah satu pembawa acara program Fox & Friends Weekend dari tahun 2017 hingga 2024, serta menulis sejumlah buku politik termasuk American Crusade dan The War on Warriors.

Penunjukan Pete Hegseth sebagai Menteri Pertahanan sempat melalui proses konfirmasi Senat yang ketat dan diwarnai perdebatan sengit. Kendati demikian, pencalonannya berhasil disahkan setelah Wakil Presiden JD Vance memberikan suara penentu, menjadikannya salah satu figur pemimpin pertahanan termuda dalam sejarah modern Amerika Serikat.

Topics
pete hegseth menteri pertahanan amerika serikat donald trump profil biografi militer fox news
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.