Saham NIO Inc di bursa Amerika Serikat mencatat kinerja mingguan terburuk dalam 3 pekan terakhir setelah terkoreksi sekitar 5% ke level US$ 4,52 per akhir pekan lalu, mendekati titik terendah 52 pekannya di angka US$ 4,37. Tekanan pasar ini dipicu oleh ketatnya perang harga kendaraan listrik atau electric vehicle di China serta kekhawatiran investor terhadap margin keuntungan perusahaan.
Lembaga riset finansial Morningstar memperkirakan bahwa produsen mobil listrik premium tersebut baru akan mencetak laba bersih tahunan pertamanya pada 2027 sebesar 2,5 miliar yuan atau sekitar US$ 348 juta. Meskipun memberikan estimasi nilai wajar di angka US$ 6,50 yang menyiratkan potensi kenaikan 44% dengan peringkat 4 bintang, Morningstar tetap menyematkan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi.
Analis Morningstar mencatat bahwa NIO berhasil memenuhi target pengirimannya lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang kerap menunjukkan inkonsistensi eksekusi. Volume pengiriman tahunan diproyeksikan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 670.000 kendaraan pada 2030, naik signifikan dari pencapaian 326.000 unit pada 2025.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, perusahaan otomotif padat modal ini masih dihadapkan pada risiko pembakaran kas yang cukup tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Risiko tersebut berpotensi memaksa manajemen mencari pendanaan tambahan di tengah ketatnya persaingan industri otomotif global.
Tantangan Merek Onvo dan Tekanan Margin Keuntungan NIO
Perusahaan riset tersebut juga memperingatkan bahwa ekspansi merek massal Onvo milik NIO dapat mempercepat volume pengiriman namun berisiko mengaburkan citra merek premium perusahaan. Potensi kanibalisasi pasar dikhawatirkan terjadi karena jajaran SUV dari kedua merek tersebut saling bersaing memperebutkan segmen konsumen yang sama di pasar domestik.
Tekanan harga akibat persaingan ketat memaksa manajemen menetapkan proyeksi margin kendaraan sepanjang tahun di kisaran 17% hingga 18%. Biaya bahan baku yang meningkat serta pemberian promosi diskon menjadi faktor utama yang membebani margin keuntungan kendaraan listrik tersebut.
Di sisi lain, sentimen para investor ritel di platform Stocktwits terpantau bergerak ke arah "bearish" seiring kenaikan volume pesan harian sebesar 16% menjelang rilis laporan keuangan kuartal kedua. Sejumlah pelaku pasar menilai tantangan kerugian masih membayangi sebelum perusahaan benar-benar stabil secara finansial.
Secara keseluruhan, saham NIO tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 2% dalam kurun waktu satu tahun terakhir di tengah dinamika transisi pasar energi baru yang ditargetkan menguasai hampir 70% penjualan mobil penumpang di China pada 2030.