Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Stellantis Hadapi Hambatan di...
INTERNASIONAL

Stellantis Hadapi Hambatan di Amerika Utara di Tengah Pemulihan Laba

By Bambang Prasetyo 2 min read 17 Agustus 2026
Stellantis hadapi kendala tarif di Amerika Utara di tengah upaya pemulihan kinerja finansial

Stellantis hadapi kendala tarif di Amerika Utara di tengah upaya pemulihan kinerja finansial

Perusahaan otomotif multinasional Stellantis mencatatkan laba bersih sebesar 293 juta euro pada kuartal kedua setelah meraup rugi 1,87 miliar euro pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif tersebut didorong oleh kenaikan pangsa pasar di kawasan Amerika Utara menjadi 7,4% serta pertumbuhan penjualan merek Ram yang naik 6% secara tahunan.

Meskipun membukukan laba operasional disesuaikan sebesar 773 juta euro, saham perusahaan sempat merespons negatif karena angka tersebut berada di bawah estimasi analis Wall Street sebesar 914 juta euro. Sentimen pasar semakin terbebani oleh ketidakpastian operasional di wilayah Amerika Utara yang menjadi tumpuan utama bisnis perusahaan.

Manajemen Stellantis mengandalkan lini kendaraan berperforma tinggi bermargin tebal seperti rangkaian model SRT untuk mendongkrak margin keuntungan jangka panjang di kawasan tersebut. Rencana peluncuran 11 model SRT dalam lima tahun ke depan diharapkan mampu mencapai target margin operasional Amerika Utara di kisaran 8% hingga 10%.

Di tengah upaya pemulihan finansial tersebut, serikat pekerja Unifor mengungkapkan bahwa Stellantis mempertimbangkan opsi penjualan atau penutupan pabrik perakitan di Brampton, Ontario. Kebijakan ini diambil akibat dampak tekanan tarif impor Amerika Serikat terhadap barang-barang asal Kanada yang mengubah peta produksi kendaraan.

Isu Pabrik Brampton dan Risiko Kebijakan Tarif AS

Pabrik Stellantis di Brampton sebelumnya sempat menghentikan aktivitas produksinya untuk proses penataan ulang serta kehilangan alokasi produksi model Jeep Compass akibat aturan tarif. Fasilitas yang menyerap sekitar 2.200 tenaga kerja tersebut kini menjadi pusat perhatian pemerintah Kanada yang mendesak manajemen untuk segera mengaktifkan kembali kegiatan operasionalnya.

Di sisi lain, pergerakan kepemilikan saham oleh investor institusional menunjukkan sedikit penurunan dari 34 menjadi 32 dana lindung nilai pada kuartal terkini. Meski demikian, tingkat posisi jual pendek atau short interest yang berada di angka 3,63% mengindikasikan tekanan jual terorganisir yang relatif rendah di pasar keuangan.

Perusahaan juga sempat mendiskusikan rencana produksi kendaraan listrik di Kanada dengan mitra asal China, Zhejiang Leapmotor, kendati mendapat penolakan terbuka dari serikat pekerja Unifor. Seluruh dinamika ini terjadi menjelang batas akhir masa perjanjian kontrak kerja baru yang melibatkan tiga pabrik utama termasuk Brampton.

Stellantis harus menyeimbangkan momentum pertumbuhan lini kendaraan bernilai margin tinggi dengan tantangan kebijakan tarif serta perundingan tenaga kerja yang berada di luar kendali internal perusahaan.

Topics
stellantis stla pabrik brampton unifor tarif as otomotif pasar amerika utara ekonomi global
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.