Senat Amerika Serikat meloloskan rancangan undang-undang sanksi baru terhadap Rusia, sebuah inisiatif yang sebelumnya diperjuangkan oleh mendiang Senator asal South Carolina, Lindsey Graham, sebelum wafat bulan lalu pada usia 71 tahun.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, regulasi tersebut disetujui dalam pemungutan suara dengan hasil meyakinkan guna menekan perekonomian Moskow dan menghentikan perang berkepanjangan di Ukraina yang dimulai sejak invasi Vladimir Putin pada tahun 2022.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRegulasi ini menargetkan para petinggi Rusia serta menjatuhkan penalti berat bagi negara pembeli minyak dan gas bumi dari Moskow, termasuk memberikan kewenangan kepada Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif hingga 100 persen bagi negara pengimpor besar seperti China dan India.
"My late brother Lindsey was a foreign policy and national security expert. He was also a peace maker who was determined to bring an end to the conflict in Ukraine," ujar Senator Darline Graham dalam pidatonya di ruang sidang Senat menjelang pemungutan suara.
Dari analisis awak media, langkah legislatif ini dirancang secara strategis untuk memotong sumber pendanaan utama Moskow dari sektor energi agar kemampuan finansial mereka dalam membiayai invasi dapat lumpuh total.
Rancangan undang-undang ini selanjutnya memerlukan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat sebelum dapat disahkan oleh Presiden Donald Trump, di tengah dinamika dukungan politik yang masih diperhitungkan di parlemen.