Senator Amerika Serikat asal Texas Ted Cruz kembali melontarkan kritik tajam kepada merek pakaian olahraga populer Nike seiring anjloknya harga saham perusahaan tersebut ke titik terendah dalam dua belas tahun terakhir. Politisi dari Partai Republik itu turut memberikan respons dalam diskusi media sosial mengenai kemerosotan nilai pasar merek berlogo centang tersebut.
"Sedih dan sudah bisa ditebak," ujar Ted Cruz dalam unggahannya di media sosial yang kembali menyinggung aksi boikot lamanya terhadap produk-produk perusahaan asal Oregon tersebut.
Kemarahan Cruz bermula dari keputusan perusahaan membatalkan peredaran sepatu edisi khusus bertema bendera sejarah Betsy Ross yang sempat memicu kontroversi nasional beberapa tahun lalu. Ia mengaku telah lama meninggalkan produk jenama tersebut karena menilai strategi pemasaran mereka sudah tidak sejalan dengan nilai-nilai patriotisme.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePenurunan nilai saham ini menandai tren negatif berkepanjangan bagi raksasa pakaian olahraga tersebut yang sebelumnya sempat mencetak rekor harga tertinggi pada tahun 2021. Berbagai pihak dari kalangan konservatif turut memanfaatkan momen ini untuk mengkritik langkah-langkah korporasi yang dinilai terlalu akomodatif terhadap tekanan publik.
Dampak Kontroversi Sepatu Betsy Ross
Keputusan kontroversial Nike untuk menarik produk bertema sejarah kemerdekaan Amerika Serikat tersebut diambil setelah munculnya perdebatan luas di tengah masyarakat mengenai simbol-simbol patriotik masa lampau. Sejumlah pihak berpendapat bahwa simbol-simbol tersebut dapat menimbulkan penafsiran yang beragam di kalangan publik.
Mantan pemain National Football League Colin Kaepernick sebelumnya disebut-sebut turut memberikan pandangan kepada manajemen perusahaan terkait desain produk yang dinilai sensitif tersebut. Diskusi panjang di ruang publik akhirnya membuat pihak manajemen memilih untuk menghentikan peluncuran sepatu khusus Hari Kemerdekaan itu.
Para tokoh politik konservatif, termasuk mendiang pemimpin Senat dari Partai Republik Mitch McConnell, kala itu juga melontarkan kritik terbuka terhadap keputusan pembatalan produk bernuansa patriotik tersebut. Mereka menyayangkan lingkungan politik di mana simbol-simbol kenegaraan justru menjadi bahan perdebatan sensitif di dalam negeri.
Meskipun perusahaan menghadapi tekanan besar di pasar finansial, para pengamat bisnis terus memantau langkah pemulihan yang akan diambil oleh manajemen guna mengembalikan kepercayaan konsumen dan investor global.