Presiden Donald Trump akan menyambut para petugas tanggap darurat dan pejabat terkait tragedi 9/11 di Gedung Putih pada tanggal 8 September mendatang. Dalam acara tersebut, sebuah balok baja seberat 16.900 pon dengan panjang 21 kaki yang berasal dari menara selatan World Trade Center akan dipamerkan secara khusus.
"Presiden Trump akan memberikan penghormatan kepada para pahlawan Amerika yang kita kehilangan dalam serangan tragis 11 September, anggota keluarga mereka yang luar biasa, serta tindakan kepahlawanan yang mendefinisikan hari bersejarah tersebut," ujar juru bicara Gedung Putih Olivia Wales melalui pernyataan resminya.
Pameran baja tersebut merupakan bagian dari tur "Steel Across America" yang diselenggarakan oleh Tunnel to Towers Foundation dan akan dipajang di area White House Ellipse. Kehadiran artefak sejarah ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda mengenai tragedi nasional serta ketangguhan rakyat Amerika.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Presiden akan berdiri bersama para petugas tanggap darurat untuk memperbarui sumpah suci kita bahwa kita tidak akan pernah lupa dan Amerika Serikat akan selalu membela bangsa kita dengan tekad yang teguh," tambah Wales. Rangkaian peringatan ini juga akan diisi dengan pidato dari Trump serta CEO Tunnel to Towers Frank Siller.
Agenda Peringatan Tragedi 9/11 di Berbagai Lokasi Utama
Selain acara di Gedung Putih, Presiden Donald Trump diagendakan menghadiri upacara peringatan resmi di Pentagon. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertolak ke lokasi Ground Zero World Trade Center di New York City, dan pejabat administrasi lainnya akan mewakili pemerintah di Shanksville, Pennsylvania.
Pemilihan tiga lokasi utama ini merefleksikan seluruh titik yang menjadi sasaran atau terdampak langsung oleh serangan teroris pada 11 September silam. Pada tahun sebelumnya, Trump bersama ibu negara Melania Trump juga mengikuti peringatan 9/11 di halaman Pentagon sembari menyerukan pengibaran bendera setengah tiang.
Balok baja seberat 17.000 pon tersebut telah berkeliling melintasi 21 negara bagian dalam rangkaian tur peringatan untuk mengenang para korban serta petugas penyelamat. Yayasan Tunnel to Towers sendiri didirikan oleh Frank Siller untuk mengenang saudaranya, seorang petugas pemadam kebakaran FDNY Stephen Siller yang gugur saat menanggapi serangan tersebut.
Sebagai bagian dari aksi kemanusiaan tahun ini, yayasan tersebut berkomitmen menyerahkan 343 rumah bebas cicilan bagi keluarga petugas pemadam kebakaran FDNY yang gugur dalam tugas. Upaya ini dilakukan untuk terus menjaga janji antargenerasi agar pengorbanan para pahlawan bangsa tidak pernah dilupakan.