Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Undang-Undang Tax Cuts and Jobs Act,...
INTERNASIONAL

Undang-Undang Tax Cuts and Jobs Act, Perombakan Pajak Terbesar di AS

By Dewi Lestari • 2 min read • 11 Agustus 2026
Ilustrasi gedung pemerintahan Amerika Serikat terkait regulasi Tax Cuts and Jobs Act

Ilustrasi gedung pemerintahan Amerika Serikat terkait regulasi Tax Cuts and Jobs Act

Undang-Undang Tax Cuts and Jobs Act merupakan regulasi federal Amerika Serikat yang mengubah Internal Revenue Code of 1986 secara radikal sejak mulai berlaku pada awal tahun 2018. Berdasarkan laporan The New York Times, aturan yang sering disebut sebagai Trump Tax Cuts ini dinilai sebagai perombakan pajak paling komprehensif dalam beberapa dekade terakhir.

Berdasarkan analisis Kabayan News, regulasi tersebut menghadirkan berbagai perubahan signifikan termasuk penurunan tarif pajak korporasi menjadi flat sebesar 21 persen serta penyesuaian pada tarif pajak penghasilan individu. Kebijakan ini juga menaikkan potongan standar dan kredit pajak keluarga, sementara pengecualian pribadi resmi dihilangkan dari sistem perpajakan.

Selain pemotongan tarif, undang-undang ini memberlakukan pembatasan pada pemotongan pajak negara bagian serta lokal, serta memangkas batas maksimal potongan bunga hipotek untuk pembelian rumah baru. Perubahan ini turut berdampak pada penalti mandat individu Affordable Care Act yang diturunkan menjadi nol dolar demi memangkas anggaran subsidi pemerintah federal.

Di sisi lain, pengamat mencatat bahwa perpanjangan ketentuan undang-undang melalui One Big Beautiful Bill Act memicu kekhawatiran dari berbagai kalangan ekonom terkait potensi peningkatan tekanan inflasi serta pelebaran defisit anggaran jangka panjang Amerika Serikat.

Topics
tax cuts and jobs act trump tax cuts amerika serikat pajak ekonomi irs
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.