Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Waspada Dampak El Nino, Pakar UNAIR...
INTERNASIONAL

Waspada Dampak El Nino, Pakar UNAIR Sarankan Warga Panen Air Hujan

By Redaksi Kabayan News 3 min read 21 Agustus 2026
Pakar UNAIR sarankan masyarakat terapkan metode panen air hujan untuk mitigasi kekeringan akibat El Nino

Pakar UNAIR sarankan masyarakat terapkan metode panen air hujan untuk mitigasi kekeringan akibat El Nino

Indonesia tengah dihadapkan pada ancaman nyata fenomena El Nino yang diprediksi membawa kekeringan panjang di berbagai wilayah. Tak hanya memicu krisis air bersih, fenomena ini juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta berbagai bencana sekunder lainnya yang mengancam stabilitas lingkungan.

Menanggapi situasi tersebut, Dosen Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Aditya Prana Iswara, menegaskan bahwa pola penanganan bencana harus segera berubah. Menurutnya, pendekatan yang selama ini hanya mengandalkan respons saat bencana terjadi sudah tidak lagi relevan.

"Mitigasi bencana sangat penting dilakukan terutama untuk bencana tahunan, baik itu banjir maupun kekeringan," ujar Aditya dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Aditya menyoroti bahwa salah satu hambatan terbesar dalam mitigasi bencana di Indonesia adalah masih lemahnya koordinasi antar lembaga. Dirinya menilai ego sektoral masih menjadi kendala klasik yang membuat tata kelola kebencanaan menjadi tumpang tindih dan kurang optimal di lapangan.

Di tengah tantangan tersebut, Aditya memberikan solusi praktis bagi masyarakat untuk melakukan mitigasi secara mandiri, salah satunya dengan teknik pemanenan air hujan atau rain harvesting. Ia menyarankan setiap rumah tangga memiliki reservoir atau tandon cadangan air sendiri sebagai langkah antisipasi saat sumber air mulai menipis.

"Kita harus punya reservoir sendiri. Kita bisa mengambil air ketika posisi sumber air masih banyak. Talang kita arahkan ke satu sudut, satu sisi ke arah tandon di bawah dengan melewati proses filter," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa meskipun volume air dari pemanenan hujan mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan harian, langkah ini sangat krusial di tengah krisis akses air bersih akibat kemarau panjang. Sebab, kurangnya akses air bersih berisiko menurunkan tingkat higienitas yang pada akhirnya memicu munculnya berbagai penyakit.

Selain itu, Aditya mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup green consumption sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam menghadapi perubahan iklim. Kesadaran untuk menjaga sumber daya air serta kepatuhan terhadap aturan baku mutu lingkungan dinilai sejalan dengan target SDGs nomor 6 mengenai sanitasi dan air bersih layak bagi masyarakat.

Topics
el nino kekeringan mitigasi bencana unair air bersih karhutla perubahan iklim
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.