Gerakan peduli lingkungan terus digalakkan di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh, memimpin langsung gerakan pengelolaan sampah rumah tangga melalui Pelatihan Pembuatan Kompos di Kelurahan Batulubang, Kecamatan Lembeh Selatan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kegiatan strategis ini menjadi langkah konkret TP-PKK Kota Bitung dalam memperkuat budaya pengelolaan sampah langsung dari sumbernya. Selain menjaga kelestarian alam, program ini diyakini mampu mendorong lahirnya ekonomi kreatif keluarga berbasis lingkungan.
Dalam aksi yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung ini, Ellen Honandar tidak sekadar memberikan arahan. Ia turun langsung memegang sekop dan memperagakan proses pencampuran bahan kompos bersama para peserta sebagai simbol tindakan nyata.
"Persoalan sampah bukan lagi hanya urusan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Perubahan dimulai dari rumah dengan memilah dan mengolah sampah," tegas Ellen di hadapan warga Lembeh Selatan.
Ellen memaparkan data bahwa rata-rata setiap warga menghasilkan sekitar setengah kilogram sampah per hari. Dengan jumlah penduduk Kota Bitung yang mencapai sekitar 200 ribu jiwa, volume sampah harian diperkirakan menembus angka 100 hingga 120 ton.
Menurutnya, jika budaya memilah sampah tidak dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga, maka kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Bitung akan semakin terbebani dan memicu masalah baru di masa mendatang.
"Kalau kita tidak mulai mengurangi sampah dari rumah tangga, kapasitas TPA akan semakin terbebani. Karena itu, kami ingin menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam solusi pengelolaan sampah," tambahnya.
Ia menjelaskan, sampah organik seperti sisa makanan dan limbah dapur dapat disulap menjadi pupuk kompos yang menyuburkan tanaman pekarangan. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik memiliki nilai ekonomis jika disalurkan lewat bank sampah.
"Jangan lagi melihat sampah sebagai beban. Sampah yang dipilah dengan benar bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga," kata Ellen yang optimis program ini bisa membantu perekonomian warga.
Sebagai stimulus nyata, TP-PKK Kota Bitung turut menyerahkan bantuan 75 bibit tanaman yang terdiri dari terong, tomat, dan bayam kepada kader kelurahan. Bantuan ini diharapkan memicu semangat warga untuk bercocok tanam menggunakan pupuk kompos hasil olahan mandiri.