Dunia kriket berduka atas berpulangnya Garfield Sobers, pemain legendaris asal West Indies yang dikenal sebagai salah satu allrounder terbaik sepanjang sejarah olahraga ini. Sosok ikonik yang memecahkan rekor dunia Test innings lewat torehan 365 not out saat berusia 21 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada usia 89 tahun.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pihak West Indies Cricket mengumumkan kabar duka ini pada hari Jumat waktu setempat tanpa merinci penyebab pasti kematiannya. Kepergian sang legenda langsung memicu gelombang penghormatan dari berbagai tokoh dan organisasi kriket terkemuka di seluruh penjuru dunia.
"Dalam sejarah kriket, ada banyak pemain hebat. Ada juga para juara. Namun, ada individu langka yang mendefinisikan ulang arti dari kehebatan itu sendiri," ungkap Kishore Shallow, presiden dari Cricket West Indies, memberikan penghormatan terakhirnya.
Kishore Shallow menambahkan bahwa Sir Garfield Sobers bukan sekadar pemain biasa. "Sir Garfield Sobers adalah pemain kriket terhebat yang pernah dilihat dunia. Penguasaannya dalam memukul, melempar, dan menjaga lapangan tidak tertandingi, tetapi signifikansi aslinya melangkah jauh melampaui garis batas lapangan," cetusnya.
Lahir di Bridgetown, Barbados, dengan kondisi unik memiliki jari ekstra di kedua tangannya, Sobers menorehkan sejarah besar dengan mencetak 26 abad Test dan mencatat rata-rata Test sebesar 57.78. Gaya bermainnya dinilai sangat elegan namun tetap bertenaga saat menghalau bola.
Tak hanya piawai memukul, Sobers juga dikenal sebagai bowler serbabisa yang sangat ditakuti lawan, baik menggunakan teknik wrist-spin maupun lemparan fast-medium. Sepanjang kariernya, ia menjadi pemain pertama yang mampu mencapai angka 8.000 runs dalam kompetisi test cricket.
Ia juga mencatatkan rekor fenomenal sebagai pemain pertama yang mencetak enam kali sixes dalam satu over pada pertandingan first-class untuk Nottinghamshire saat melawan Glamorgan di kejuaraan English county cricket tahun 1968 silam. Rekor-rekor tersebut diukirnya di tengah gaya hidupnya yang gemar berpesta.
"Ah, berlebihan jika ada yang mengatakan saya berpesta setiap malam. Hanya dua malam sekali," seloroh Sobers saat diwawancarai oleh surat kabar The Guardian pada tahun 2002 lalu. "Malam sebelum Test match, saya akan selalu keluar sepanjang malam. Terkadang, saya tidak tidur sama sekali sebelum laga besar."
Selama aktif bermain pada periode 1954 hingga 1974, Sobers tercatat membela West Indies dalam 93 pertandingan Tests. Ia melakoni debut internasionalnya di usia muda 17 tahun dan memutuskan pensiun pada umur 38 tahun dengan koleksi mentereng berupa 8.032 runs, 235 wickets, dan 109 catches.
Atas kontribusinya yang luar biasa bagi dunia olahraga, Ratu Elizabeth II menganugerahinya gelar bangsawan "Sir" pada tahun 1975. Namanya juga masuk ke dalam daftar lima pemain kriket terbaik abad ke-20 versi Wisden, bersanding dengan nama besar seperti Don Bradman, Jack Hobbs, Viv Richards, dan Shane Warne.