Istilah girlbaby kini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial setelah pertama kali diperkenalkan oleh penulis Stacey Yu melalui esai terbarunya. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, fenomena baru ini menggambarkan bagaimana sebagian wanita mulai meninggalkan ambisi sebagai "girlboss" dan beralih menginfantilkan diri demi melepaskan diri dari tekanan serta kerasnya tuntutan dunia modern.
Konsep girlbaby mencerminkan figur wanita yang sengaja menampilkan diri sebagai sosok tidak berdaya, tanpa cela, serta mengabaikan segala beban tanggung jawab sosial. Stacey Yu menilai bahwa runtuhnya citra girlboss disebabkan oleh kenyataan pahit bahwa kesetaraan ekonomi maupun diskriminasi kerja masih menjadi momok menakutkan bagi kaum hawa di tengah sistem sosial yang tidak bersahabat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerbagai tren pendahulu seperti lelucon "I'm just a girl", "girl math", hingga fenomena "stay-at-home girlfriend" turut memperkuat pergeseran budaya digital ini. Sejumlah kalangan memandang tren tersebut sebagai lelucon semata, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai mekanisme pertahanan diri psikologis di tengah ketidakpastian zaman.
Kendati demikian, para pengamat sosiologi memperingatkan agar perempuan tetap waspada terhadap dampak jangka panjang dari tren penginfantilan diri ini. Menurut analisis Kabayan News, di tengah situasi politik global yang kerap merugikan hak-hak perempuan, sikap seolah tidak berdaya justru berisiko melemahkan posisi tawar wanita dalam memperjuangkan kesetaraan.